Member Of

Member Of

Like Untuk Bergabung

Kamis, 20 September 2018

Dari Sumba Hingga Isu Gender, Alasan 'Marlina' Maju ke Oscar

Komite Film menyebut budaya dan isu gender dalam 'Marlina' membuatnya unggul dibanding 100 film lokal lainnya untuk jadi wakil Indonesia ke Oscar 2019. (Dok. Cinesurya)
Jakarta - Komite Seleksi Film Indonesia telah memilih film 'Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak' sebagai perwakilan ke Oscar 2019. Mereka menyebut ada banyak alasan mengapa Marlina dipandang layak membawa nama Indonesia.

Komite menyebut ada 101 film lokal yang diseleksi untuk mendapatkan wakil Indonesia ke Oscar. Namun mengingat hanya bisa satu film, maka mereka harus menyeleksi dengan amat ketat.

Bahkan aktor senior Mathias Muchus yang juga anggota komite tersebut berkelakar dirinya bisa mendapat banyak musuh karena perdebatan alot yang terjadi kala pemilihan berlangsung.

Setelah pemilihan yang dimulai sejak Agustus, ketiga belas anggota komite pun sepakat memilih 'Marlina' karena dinilai sesuai dengan tema dan isu sosial yang ingin diangkat.

"Isu dalam film 'Marlina' cocok karena ngambil tema kemanusiaan dan gender," kata aktor Reza Rahadian yang juga anggota seleksi film ini, kala jumpa media di Jakarta, Selasa (18/9).

"'Marlina' punya kearifan lokal yang tinggi, dari segi setting, tempat, cerita, dan bahasa yang Indonesia banget. Itu kenapa 'Marlina' kami pilih untuk Oscar," lanjutnya.

Sedangkan produser film yang mengisahkan perjuangan hidup seorang janda di Sumba, NTT itu, Fauzan Zidni mengatakan bahwa pergerakan #MeToo di Amerika Serikat juga jadi bahan pertimbangan bagi komite.

Menurut Fauzan, nilai #MeToo yang masih jadi bagian kemanusiaan dan tren di Amerika Serikat dianggap masih sesuai dengan isu yang dibawa 'Marlina'.

Pergerakan sosial bertagar #MeToo kian ramai di media sosial karena mendorong wanita dari seluruh dunia untuk angkat bicara mengenai pengalaman pelecehan seksual.

Tak hanya itu, pengakuan 'Marlina' di kancah internasional juga dianggap menjadi peluang baik untuk lebih dikenal juri Oscar sehingga memperbesar peluang jadi nominasi.

"'Marlina' kan pernah masuk bioskop di Amerika Serikat selama tiga minggu, jadi harapannya distribusi dan promosinya akan lebih mudah," ujar Ketua Umum Persaturan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) Firman Bintang.

Ketua Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) Kemendikbud, Maman Wijaya menyebut kualitas Marlina yang sudah diakui di berbagai festival bisa jadi faktor unggul di antara film Asia lainnya.

Untuk proses pengiriman 'Marlina' ke Oscar, ketua Komite Seleksi Film Indonesia, Christine Hakim mengaku pihaknya mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam bentuk dana untuk promosi film tersebut ke enam ribuan juri Oscar.

Dukungan itu diberikan dengan harapan, untuk kali pertama selama 31 kali mengirim film ke Oscar, Indonesia bisa 'pecah telor' masuk nominasi.

"Target kami cukup sampai dinominasikan. Sebenarnya apa yang kami lakukan lebih untuk memotivasi dan membangkitkan semangat sineas di Indonesia untuk semakin berprestasi di ajang internasional," ujar Maman.

Didukung Netizen

Pemilihan Marlina ke Oscar juga dipilih oleh netizen Indonesia. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh CNNIndonesia.com, film garapan Mouly Surya tersebut menjadi film yang paling banyak dijagokan untuk maju ke Academy Awards ke-91.

Sumber: CNNIndonesia
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD