Member Of

Member Of

Like Untuk Bergabung

Kamis, 24 Mei 2018

Traveller, Kenali Malaria Sebelum Lakukan Perjalanan ke Sumba

 drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid, saat menyampaikan materi di Kantor Kemenkes RI
Jakarta - Belakangan ini, masyarakat semakin marak berkunjung ke kawasan timur Indonesia yang memiliki daya tarik wisata luar biasa. Sebelum melakukan perjalanan ke sana, ada baiknya untuk mencari informasi mengenai malaria dan upaya pencegahannya. Hal ini dikarenakan bahwa wilayah timur Indonesia masih menjadi daerah endemis malaria.

“Saat ini sudah 247 Kabupaten/Kota di Indonesia yang mencapai eliminasi malaria. Memang yang masih ada malaria itu di kawasan Timur Indonesia, masih banyak kasusnya di sana. Bahkan 80% kasus malaria Indonesia berasal dari sana”, tutur Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI, drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid, Dalam kegiatan temu media tentang Kebijakan Pencegahan dan Pengobatan Malaria yang diselenggarakan di Kantor Kemenkes RI pada (31/3).

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hanya disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina. Ada banyak sekali jenis parasit Plasmodium, tapi hanya lima jenis yang menyebabkan malaria pada manusia. Parasit masuk ke dalam aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Gigitan ini lebih sering terjadi pada malam hari.

Hingga saat ini, masih ada 41 Kabupaten/Kota di Indonesia yang memiliki endemisitas malaria yang tinggi. Sebanyak 39 dari 41 daerah tersebut berada di Kawasan Timur Indonesia, yakni Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara.

Di Nusa Tenggara Timur ada 8 Kabupaten di NTT dan Empat diantaranya ada di Pulau Sumba yaitu Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur selain itu empat lainnya yaitu Belu, Alor, Lembata, dan Ende

“Setiap tahun, sebanyak 2.334 pelaku perjalanan dilaporkan menderita gejala malaria setelah kembali ke tempat asalnya. Adapun gejala malaria, di antaranya demam, berkeringat, mual, lesu, menggigil (panas dingin), muntah, diare, badan kuning, dan bila tidak segera diobati dapat berakibat fatal,” kata drg. Vensya.

Pada kesempatan tersebut drg. Vensya menyatakan bahwa pencegahan yang paling utama adalah menghindari gigitan nyamuk. Apabila seseorang harus melakukan perjalanan ke daerah yang endemisitas malaria tinggi, lakukanlah perlindungan dari gigitan nyamuk melalui berbagai cara.

“Kalau boleh tidak keluar malam. Tetapi bila pun harus bekerja di malam hari, lindungi tubuh dengan pakaian yang panjang dan terang, tidur menggunakan kelambu, dan gunakan losion anti nyamuk. Kalaupun tetap tergigit, dan muncul gejala, segera periksakan ke pelayanan kesehatan,” tandas drg. Vensya. (Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI)

Sumber: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD