Member Of

Member Of

Like Untuk Bergabung

Kamis, 24 Mei 2018

Bupati Sumba Barat Jadi Narasumber Kampanye 'Semua Anak Harus Sekolah'

Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole saat menjadi salah satu Nara Sumber di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Rabu (23/05)
Jakarta - Bertempat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole menjadi salah satu Nara Sumber pada Peluncuran Laporan Studi Pemetaan Anak-anak yang Tereksklusi dari Pendidikan dan Kampanye ‘Semua Anak Harus Sekolah’, Rabu (23/05/2018).

Salah satu siswi perwakilan anak dari Sumba Barat yang berasal dari SDM Wekabete atas nama Anastasia Madryanti Koda juga berkesempatan hadir pada kampanye tersebut.

Kegiatan gerakan kampanye 'Semua Anak Harus Sekolah yang di inisiasi oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save The Children ini untuk memastikan hampir 4,7 juta anak yang belum bersekolah mendapatkan akses terhadap pendidikan yang layak. Kampanye tentang sekolah tidaklah baru, tetapi dalam kampanye ini, YSTC ingin memfokuskan pada anak-anak yang tereksklusi yang menjadi tantantan Pemerintah dan unsur-unsur masyarakat lainnya. Kampanye ini diluncurkan bersama dengan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018.

Maksud kegiatan yang mengambil tema: SEMUA ANAK HARUS SEKOLAH ini adalah untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2018. Sedangkan tujuan utamanya adalah mendorong peran Pemerintah dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai situasi anak-anak yang masih terekslusi dari pendidikan.

Pendidikan adalah hak asasi manusia yang vital seperti yang disebutkan dalam Deklarasi HAM maupun Konvensi Hak-hak Anak. Setiap anak berhak untuk memperoleh pendidikan sehingga mereka dapat berbudi pekerti luhur, bermoral baik, dan memiliki kesempatan berkembang lebih baik termasuk dalam hal kewarganegraaan dan mata pencaharian. Dari segi pembangunan, pendidikan merupakan salah satu tujuan dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Disebutkan dalam tujuan keempat kualitas pendidikan sebagai berikut: Ensure inclusive and equitable quality education and promote lifelong learning opportunities for all.

Merujuk pada publikasi Badan Pusat Statistik tentang Angka Partisipasi Terdapat lebih dari 20% anak usia SLTP an 40% usia SLTA yang tidak bersekolah. Ketika mereka tidak sekolah dan di sisi lain usia mereka telah produktif, maka diperkirakan mereka terjebak ke dalam situasi yang menjauhkan mereka dari dunia pendidikan.

Anak-anak yang masih tereksklusi tersebut teridentifikasi tersebar di 14 provinsi di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat Gorontalo, NTT, Kalimantan Tengah, Papua, Papua Barat.

Yayasan Sayangi Tunas Cilik menargetkan 200 orang peserta yang terkait dengan pendidikan dan isu anak-anak yang tereksklusi dari beberapa unsur Pemerintah, Pemda, Ormas, LSM, Universitas, Lembaga Penelitian, Lembaga PBB, Lembaga Pembangunan Internasional dan Kedutaan Besar, Perusahaan, unsur media massa dan online pada kegiatan kampanye ini

Sumber: Humas Kab. Sumba Barat
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD