Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 06 April 2016

Pelaku Pembuang Bayi di Malang Masih Di Rawat Di RSSA

Saat petugas mengevakuasi bayi perempuan yang dibuang
Malang, Jawa Timur - Hingga senin (4/42016) siang , LA (21) mahasiswi PTS (Perguruan Tinggi Swasta) di Kota Malang, asal Sumba NTT, yang kos di kawasan Jl Hasyim Ashari Gang IV, Kecamatan Klojen, Kota Malang, masih belum bisa menjalani pemeriksaan di PPA Polres Malang Kota. Dia banyak membutuhkan darah hingga Senin (4/4) siang masih menjalani perawatan di RSSA Malang.
 
Badanya masih lemah akibat pendarahan saat persalinan yang dia lakukan sendiri di kamar mandi, pada Minggu (3/4) dini hari. Petugas PPA Polres Malang Kota bakal melakukan pemeriksaan setelah kesehatan LA membaik.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Tatang P Panjaitan SH, saat dikonfirmasi Memo x siang kemarin mengatakan bahwa pelakunya masih menjalani perawatan di RSSA Malang. ”Ibu bayi masih menjalani perawatan RSSA Malang,” ujar AKP Tatang.

Meskipun pihaknya sudah mengamankan Laila, namun petugas kepolisian masih harus mengirim DNA ke polda Jatim. ”DNA ibunya dan si bayi kami kirim ke Polda Jatim. Kami juga masih menunggu hasil visum bayi tersebut dari kamar mayat RSSA Malang,” ujar AKP Tatang saat dikonfirmasi Memo X.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, LA (21) mahasiswi PTS (Perguruan Tinggi Swasta) di Kota Malang, asal Sumba NTT, yang kos di kawasan Jl Hasyim Ashari Gang IV, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (3/4) siang, diamankan petugas Polsekta Klojen.

Hal itu dikarenakan sebelumnya LA telah membuang bayinya sendiri di Kali Sukun, sekitar 20 meter dari rumah kosnya. Mayat bayi perempuan yang terbungkus kresek itu pertama kali ditemukan oleh warga sekitar sekitar pukul 12.00 di pinggir Kali Sukun.

Dari hasil penyelidikan petugas Polsekta Klojen, akhirnya diketahui jika LA yang telah membuang bayi perempuan itu, dan segera ditangkap.

Namun karena perempuan, LA kemudian dilimpahkan ke unit PPA (Perlindungan Perempuan Anak) Polres Malang Kota. Sampai kemarin malam, belum diketahui apakah bayi itu dibunuh lebih dulu sebelum dibuang ataukah lahir dalam kondisi meninggal.

Informasi yang dihimpun, bahwa sejak beberapa bulan ini, LA tinggal di rumah kos milik Ruda’i. Diduga dia melahirkan pada Minggu (3/4) dini hari di kamar mandi rumah kos.

Usai melahirkan LA masih sempat beristirahat di kamarnya. Selanjutnya dia berjalan menuju ke arah sungai dan membuang bayi yang telah dilahirkannya. Meski kesakitan, LA masih kuat berjalan sekitar 20 meter ke Kali Sukun.

Aksi pembuangan bayi itu bermula cukup aman. Namun sekitar pukul 12.00, Sujai’i (65) warga sekitar tanpa sengaja berhasil menemukan bayi tersebut.

Saat itu bayi sudah dalam kondisi tak bernyawa. Penemuan itu dilaporkan ke Polsekta Klojen. Petugas kemudian melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan juga mencari siapa saja warga sekitar yang sedang hamil dan telah melahirkan.

Dari hasil penyelidikan petugas inilah akhirnya diketahui kalau bayi tersebut adalah anak LA. Petugas menemukan beberapa obat untuk menggugurkan kandungan dari dalam kamar LA.

Saat itu, kondisi LA sudah begitu lemas, hingga langsung dibawa ke IGD RSSA Malang sebelum dibawa ke unit PPA Polres Malang Kota.

“LA masuk ke dalam kos ini sudah dalam kondisi hamil. Semalam di kos hanya ada 3 anak. Mereka tidak tahu kalau Laila telah melahirkan. Namun ada tetangga yang tau kalau LA dini hari kemarin berjalan sendiri menuju ke sungai,” ujar Ruda’i.

Jenazah bayi perempuan ini, kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang untuk visum. Petugas PPA masih terus melakukan pemeriksaan terhadap LA Tentunya untuk mencari siapa yang telah menghamilinya.

Belum diketahui apakah bayi lahir dalam kondisi hidup atau sudah mati. Pastinya LA bakal mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Polres Malang Kota karena telah membuang darah dagingnya sendiri. (gie)   

Sumber: malang.memo-x
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD