Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 02 April 2016

Melestarikan Tumbuhan Penghasil Pewarna Alami Kain Tenun Di Sumba Timur

Penenun Di Sumba Timur, NTT
Bogor - Dr.Ir. Murniati, M.Si dan Ir. Mariana Takandjanji, MS, peneliti Puslitang Hutan mengungkapkan bahwa pengrajin di Desa Kaluda, Sumba Timur, NTT menggunakan beberapa jenis flora sebagai sumber pewarna alam, seperti Nila (Indigofera sp.), mengukudu (Morinda citrifolia), dan dadap (Erytrina sp.), namun hanya dua jenis yang sudah mulai dibudidayakan yaitu nila dan mengkudu. 


Hal tersebut disampaikan dalam Laporan Hasil Penelitian Tahun 2013.  Lebih lanjut Murniati mengatakan bahwa jenis-jenis pewarna alami lainnya diperoleh dengan cara mengambil langsung dari hutan dan atau membelinya kepada pemungut atau pedagang.

“Pewarna alami dapat diperoleh dari berbagai bagian tumbuhan seperti akar, rimpang, kayu, kulit kayu, daun, buah, biji atau bunga,”ungkap Murni

Menurut Murniati teknik pemungutan bagian tumbuhan pada beberapa jenis tumbuhan penghasil warna yang tidak mempertimbangkan keberlanjutan seperti pemungutan dengan menguliti batang atau cabang seluruhnya pada tumbuhan dadap mengakibatkan pohon mati sehingga akan mengurangi ketersediaannya di alam. Hal ini masih menjadi permasalahan dalam pengelolaan pewarni alami di Sumba Timur.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan peran pengrajin dalam pemanfaatan dan pelestarian tumbuhan penghasil pewarna alam, dilakukan sosialiasasi teknik pemanfaatan dan pelestarian jenis-jenis flora penghasil pewarna alam serta pelatihan budidaya tumbuhan penghasil warna alam khususnya mahoni kepada pengrajin di Desa Kaliuda dan sentra produksi kain tenun ikat lainnya di Sumba Timur.

Sumba Timur merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masyarakatnya terkenal sebagai pengrajin kain tenun ikat. Kain tenun merupakan komoditi industry kecil dan menengah potensial di Kabupaten Sumba Timur. Terdapat dua kecamatan sebagai sentra produksi kain tenun ikat yaitu Kecamatan Kambera dan Kecamatan Umalulu.

Kegiatan pembuatan kain tenun ikat umumnya dilaksanakan oleh kaum ibu-ibu atau perempuan dengan tingkat pendidikan yang masih sangat rendah. Terdapat tiga jenis produk industry kain tenun ikat yaitu selendang, sarung dan kain. Proses pewarnaan kain tenun memanfaatkan zat pewarna alam yang berasal dari tumbuhan penghasil warna yang merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).***JW

Sumber: forda-mof
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD