Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 24 Maret 2016

Merasa Tak Aman Pasca Bentrokan, Ratusan Mahasiswa Sumba Pilih Pulang Kampung

Mahasiswa Sumba, NTT memilih pulang dari Malang ke kampung halaman
Malang, Jawa Timur - Sebanyak 214 mahasiswa luar Jawa dipulangkan ke daerah asal yakni Sumba, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (23/3/2016), mereka terdiri dari 150 mahasiswa Universitas Wisnuwardana dan 64 lainya dari berbagai Universitas yang ada di Kota Malang. Sebagian besar dari mereka merupakan mahasiswa yang menetap atau tinggal di rumah kost di kawasan Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang.
 
Camat Pakis, Cholik menjelaskan mahasiswa tidak di usir dari Malang, mereka hanya dihantar pulang ke daerah asal sampai situasi di Malang benar-benar kondusif. "Ada 214 yang kita hantar pulang, 150 mahasiswa Wisnu Wardana yang ngekost di daerah Sekarpuro, mereka minta pulang karena ketakutan adanya aksi balas dendam. Meski polisi dan TNI sudah memastikan keamanan mereka, tapi anak-anak ini minta pulang ya kita bantu kita hantar sampai ke Bali, nanti keluarga mereka menjemput disana," ujar Cholik.

Pihak Kecamatan Pakis memfasilitasi keberangkatan mahasiswa Sumba menuju daerah asal dengan menyediakan 4 armada bus. "Mereka banyak yang tinggal di 24 rumah kost di desa Sekarpuro, Pakis, mahasiswa ini mau pulang tapi tidak punya uang ya difasilitasi Kecamatan Pakis," imbuhnya.

Ia juga menghimbau, kepada mahasiswa luar Jawa untuk tidak lagi mengulangi peristiwa bentrok antar mahasiswa. Cholik menambahkan pasca bentrok berdarah di Universitas Wisnu Wardana pihaknya bersama polisi dan TNI sudah mengadakan pertemuan dengan mahasiswa dan menghimbau agar tak lagi mengulangi bentrokan antar mahasiswa luar Jawa.

"Harapanya mereka tidak usah terbawa emosi yang pening tetep belajar, karena tujuanya mereka kesini kuliah bukan tawuran," tukasnya.

Sementara itu salah satu mahasiswa asal Sumba Barat Daya, Patricius Jamanuna mengatakan Situasinya masih mencekam dan belum aman, makanya kami pilih pulang ke kampung halaman. Jika situasinya normal, kami balik ke Malang lagi.

Mahasiswa semester 2 Jurusan Matematika itu sebenarnya enggan pulang. Namun, dari hasil rapat bersama warga, ia bersama mahasiswa lainnya sepakat mengamankan diri ke kampung halaman.

Ia juga telah memberitahukan keluarganya di rumah terkait kondisinya di Malang."Orang rumah berpesan supaya saya waspada dan selalu hati-hati," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Ana, mahasiswa Unidha. Setelah bentrok yang menewaskan seorang mahasiswa Maluku, kondisinya berbeda dari hari biasanya.

"Saya ketakutan. Saat perjalanan ke kampus dari kos, saya selalu waswas dan merasa tidak aman," tuturnya di depan Kantor Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

Kapolsek Pakis AKP Sony Setyo W mengakui mahasiswa Sumba pulang kampung atas kemauan sendiri. Pihaknya hanya memberi pengawalan hingga Banyuwangi.

"Kami kawal sampai Banyuwangi, selanjutnya mereka melanjutkan perjalan sendiri," kata dia.

Sementara, Kades Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Anwari menyatakan jika mahasiswa asal NTT kebanyakan tinggal dan kos di daerah Sekarpuro.

Akibat insiden, warga di Desa Sekarpuro berjaga-jaga, takut terjadi bentrok susulan."Banyak anak Maluku yang hilir mudik di daerah Sekarpuro. Demi keamanan mereka, kami sarankan pulang ke kampung halaman untuk sementara waktu," kata dia.

Sebelumnya, Nasehon Leplepem (23) asal Maluku mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika (STMIK) ASIA Malang tewas setelah mengikuti acara pengukuhan komunitas mahasiswa rantau di Universitas Wisnu Wardhana Malang. Nasehon meregang nyawa usai ditikam di bagian dada sebelah kanan oleh kelompok mahasiswa dari Sumba, NTT.

Sumber:beritajatim/metrotvnews
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD