Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 01 Februari 2016

Mahasiswa Asal Sumba Korban Tenggelam di Pantai Glagah, Belum Ditemukan

Kulonprogo, DIY - Pencarian korban Tenggelam atas nama Anicetus Muda Kondo (19), mahasiswa di Yogyakarta asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut belum membuahkan hasil Hingga sore di hari kedua.
 
Sekitar 97 personel dari Badan SAR, relawan dan kepolisian serta warga, diturunkan dalam pencarian korban tenggelam di Pantai Glagah, Senin (1/2/2016).

Dengan mengerahkan personel sebanyak itu, tim melakukan penyisiran sesuai arah mata angin sepanjang pantai kira-kira tujuh kilometer ke arah timur dari titik kejadian di sisi barat pemecah ombak Pantai Glagah.

Di bawah koordinasi Badan SAR, upaya pencarian itu juga dibantu dua personel bermotor trail dan dua unit ampibius ATV.

"Dengan trail ke arah barat sejauh lima kilometer dan lainnya ke timur bersama dua unit ampibius ATV," kata Kasi Operasi Kantor SAR DIY, Asbani.

Menurutnya, upaya pencarian memang cenderung lebih jauh ke timur karena menyesuaikan dengan arah mata angin.

Selain itu, berdasarkan keterangan saksi, terseretnya korban saat mandi di pantai itu mengarah ke timur. Baik pencairan ke arah timur maupun ke barat, tim baru sebatas menyisir bibir pantai.

"Untuk daerah perairan kami koordinasi dengan para nelayan siapa tahu mereka saat melaut menemukannya dan langsung melaporkan," lanjut Asbani.

Sebagaimana dilaporkan, korban yang disebut merupakan mahasiswa Stikes Wirahusada Yogyakarta mengalami kecelakaan laut saat mandi di pantai tersebut bersama beberapa rekannya pada Minggu sore.

Saksi mata menyebut melihat korban melambaikan tangan namun upaya menolong korban gagal.

Hingga malam, pencarian tim di lapangan tidak membuahkan hasil sehingga dilanjutkan mulai pukul 06.00 WIB, Senin (1/2/2016).

Meski demikian, menurut Asbani, upaya pencarian sejauh ini terkendala kondisi cuaca yang cenderung ekstrem dan curah hujan tinggi.

"Ini menyulitkan pencarian. Tapi kami komitmen melakukan pencarian tujuh kali 24 jam," katanya.

Dia berharap dapat lebih cepat menemukan korban. Namun, jika ternyata tubuh korban tertahan di dasar karena besarnya ombak, paling tidak berharap tiga hari pascakejadian akan muncul di permukaan.

Kabar kejadian itu juga membuat kakak korban, Maria Dini, langsung datang ke lokasi. Di pos Sarlinmas Glagah, Dini mengatakan adiknya itu sebenarnya jarang main ke pantai. "Sementara ini saya hanya bisa menunggu pencarian," katanya.

Sumber : tribunjogja.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD