Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 25 Februari 2016

Kelautan-perikanan SBD berpotensi dikelola profesional

Tambolaka - Potensi hasil laut perikanan Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup besar untuk dikelola pemerintah secara profesional.
 
"Kalau mau di bilang potensi perikanan disini sangat besar, tapi belum dikelola dengan baik," kata Kepala Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi Induk, Yohannes Rangga Mone di kantor desanya, Selasa.

Menurut dia, potensi perikanan untuk kelautan di daerah Sumba saat ini masih dikelola secara konvensional oleh warga sekitar sehingga hasilnya kurang maksimal.

Pihaknya berharap agar pemerintah pusat bisa melirik potensi tersebut untuk dikembangkan agar perekonomian di Sumba bisa meningkat sesaui dengan nawa cita Presiden Joko Widodo terkait kemaritiman.

Hal Senada Kepala Desa Waiyapu, Kecamatan Kodi Balegar, Yulius Waininga, mengatakan bahwa diperlukan adanya campur tangan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan melihat potensi tersebut.

"Potensi perikanan di seluruh Sumba sangat besar sehingga perlu pengelolaan yang baik. Perlu diketahui hasil laut seperti cumi-cumi dan ikan hasil tanggapan cukup besar namun lebih banyak di jual ke Lombok," beber dia.

Selain itu potensi rumput laut juga sangat potensial, mengingat arus laut yang berputar lebih banyak ke wilayahnya membuat hasil laut terutama rumput laut hasilnya lebih besar.

"Kami tidak membudidaya rumput laut tapi lebih banyak jadi karena proses alam sehingga hasilnya maksimal dan kualitas ekspor," ujarnya.

Kendati kualitas ekspor, namun harga relatif rendah karena ditadah oleh tengkulak. Tidak ada pengelolaan dan pengumpul hasil laut dari pemerintah setempat.

"Begitulah disini, meski hasil bagus tetap harga biasanya tidak sesuai pasar. Kurangnya sosialisasi dari pemerintah membuat masyarakat tidak tahu termasuk bagaimana menjaga kualitasnya," katanya.

Yulius juga menyebutkan pernah mendapat bantuan perahu untuk nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) namun tidak sesuai spesifikasi kondisi perairan di wilayahnya sehingga cepat rusak karena di terjang ombak.

"Perahunya terbuat dari fiber dan mudah pecah. Sekarang sudah rusak. Seharusnya bila ingin memberikan bantuan mesti melakukan survei dulu bagaimana kondisi perairan disini," sebut dia

Bahkan kapal boat khusus Kelompok Pengawas Pesisir sudah diambil kembali oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah setempat. Bahkan poskonya pun sudah tidak digunakan sampai saat ini.

Pihaknya berharap agar pemerintah melirik Sumba Barat Daya terutama di desa yang berada di garis bibir pantai yang warganya di dominasi nelayan, sekaligus memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pengelolaan kelautan dan perikanan yang lebih baik.

Diketahui jumlah desa di Sumba Barat Daya sebanyak 129 ditambah 44 desa pemekaran sebagian berada di pesisir pantai di pulau setempat.

Sumber: ANTARA
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD