Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 21 Januari 2016

TKW Asal Sumba Terima Gaji Dari Gubernur NTT

 Gubernur NTT Frans Lebu Raya didampingi Kadisnakertrans NTT Simon Tokan menyerahkan gaji kepada TKW asal Sumba Barat Rosrara Bodu di ruang rapat gubernur, Selasa (19/1)
Kupang - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Sumba Barat Rosrara Bodu terbilang sangat beruntung. Betapa tidak, meski bekerja secara legal di Malaysia selama enam tahun tanpa digaji, namun Rosrara akhirnya bernafas lega.

Warga Lamboya Sumba Barat itu sudah dipulangkan dari Malaysia sejak 2014 lalu tanpa gaji. Namun, akhirnya dia mendapatkan haknya sebesar Rp 27.700.000 langsung dari Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Uang tersebut merupakan hasil perjuangan Disnakertrans Provinsi NTT melalui pihak terkait untuk mendapatkan hak-hak TKW tersebut selama bekerja di Malaysia.

 "Masalah yang selama ini kita hadapi adalah yang ilegal. Mereka jalan tanpa izin lalu ketika ada masalah, pemerintah yang disalahkan. Kalau yang legal seperti ini, tentu kita bisa perjuangkan," ujar Frans di depan Kadis Nakertrans NTT Simon Tokan, Plt Karo Humas Setda NTT Nazir Abdulah, perwakilan BP3TKI Kupang, pengurus Apjati NTT Yes Natonis dan sejumlah pejabat.

Gubernur mengisahka, saat almarhum Piet A Tallo masih menjabat sebagai gubernur dan dirinya sebagai wakil, ada peraturan gubernur yang mewajibkan setiap PJTKI untuk menabung uang di bank sebesar Rp 50  juta sebagai jaminan. Sehingga ketika terjadi masalah, uang tersebut digunakan untuk membiayai persoalan yang dihadapi.

Menurut gubernur, hal ini menjadi harapan bagi TKI dan TKW yang diberangkatkan secara sah atau legal agar ketika terjadi masalah, misalnya tidak dibayarkan gajinya, maka uang jaminan tersebut bisa menjadi solusi.

"Penting untuk disampaikan ke masyarakat bahwa mencari kerja di luar itu tidak dilarang. Yang dilarang itu kalau ilegal," tandasnya.

Rosrara diberangkatkan oleh PT Mangun Jaya Perkasa, namun perusahaan tersebut telah ditutup beberapa tahun lalu.

Sementara Rosrara pada kesempatan itu menjelaskan, saat di Malaysia, dirinya dipekerjakan di sebuah restoran. "Kerjanya masak nasi, goreng ikan, sayur," jelasnya kepada gubernur.

Sebagai kepala daerah yang telah belasan tahun berteriak tentang pemberantasan penjualan manusia, gubernur langsung menyarankan Rosrara untuk membangun usaha sendiri ketika sudah pulang ke Sumba Barat. Karena menurut gubernur, manfaat dari merantau adalah menjadi kuli sekaligus belajar dan kembali untuk membangun ekonomi keluarga di kampung halaman.

"Ibu Ros, boleh bangun warung dan kasih makan orang Sumba saja, daripada kasih makan orang Malaysia," kata Frans mengajak Rosrara agar tidak lagi menjadi TK, apalagi secara ilegal.

Ia kembali menegaskan kepada Disnakertrans dan BP3TKI untuk menindak tegas PJTKI yang nakal dan tidak mengikuti aturan. Bahkan uang jaminan yang sebelumnya Rp 50 juta, diminta untuk segera dinaikkan, minimal Rp 100 juta.

"Tidak usah tanggung-tanggung, yang nakal-nakal tutup saja," tegas Frans.

Sumber : timorexpress
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD