Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 23 Januari 2016

Bupati SBD Launching Pemasangan Microchip pada Ternak

Tambolaka - Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) membuat terobosan baru di bidang peternakan yakni memasang microchip pada semua hewan besar seperti kerbau, sehingga mudah diidentifikasi jika berada di tangan yang bukan pemilik hewan.
 
Teknologi yang baru pertama kali di Kabupaten SBD diluncurkan Bupati SBD, Selasa (19/1) yang dirangkai dengan peresmian puskeswan di Kecamatan Wewewa Tengah.

Kepala Dinas Peternakan SBD Rihimeha A Praing dalam laporannya menerangkan, microchip merupakan temuan teknologi yang besarnya seperti beras dan akan disuntikkan di bawah kulit ternak. Adapun fungsinya sebagai alat untuk menandai ternak agar mudah diidentifikasi, membantu menemukan kembali ternak yang hilang dengan mencocokan kode microchip yang tertanam pada ternak yang dicurigai. Selain itu, alat tersebut juga untuk membantu meningkatkan efisiensi pemotongan ternak sesuai prosedur yang ada, terutama pada acara adat.

Juga berfungsi untuk recording produktivitas pada ternak lokal untuk mengetahui kualitas ternak.

Bupati SBD Markus Dairo Talu dalam sambutannya menjelaskan, NTT telah ditetapkan sebagai gudang ternak dan merupakan daerah pemasok daging sapi untuk tingkat nasional. Dikatakan, kebutuhan daging secara nasional sangat tinggi dengan jumlah ternak sapi yang harus dipotong 3,4 juta ekor. Namun, negara hanya mampu menyediakan 2,3 juta ekor sehingga masih terjadi defisit sebanyak 1,1 juta ekor. Karena itu, merupakan peluang bagi NTT termasuk Kabupaten SBD untuk melengkapinya.

"Sudah saatnya kita berpikir dan bertindak menjadi pelaku peternakan yang serius dengan mempergunakan teknologi yang sedang berkembang. Bukan saatnya lagi kita menjadi penonton dan tidak mengikuti perkembangan teknologi," kata Markus.

Melalui terobosan-terobosan pemerintah, diharapkan masyarakat bersama-sama mendukung, sehingga keluhan di sub sektor peternakan terutama menyangkut keamanan setidaknya terjawab dengan alat tersebut," tambahnya.

Markus Dairo Talu menyambut baik kehadiran pelayanan yang didekatkan kepada masyarakat melalui gedung pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang diresmikan. Kepada warga, ia meminta agar menjadikan puskeswan sebagai tempat untuk belajar dan mendapatkan informasi tentang produksi dan produktivitas ternak serta pelayanan kesehatan hewan.

Kehadiran puskeswan akan membantu masyarakat untuk mengetahui kemana mereka harus menuju pada saat membutuhkan pertolongan bagi ternaknya yang mengalami masalah. Bupati Markus berjanji akan membangun puskeswan serupa di Kecamatan Wewewa Utara, Kodi Bangedo dan Laura tahun 2016.

Tokoh masyarakat setempat Soleman Lede Bulu berharap bahwa dengan teknologi tersebut akan membantu masyarakat untuk lebih giat lagi memelihara ternak karena selama ini masyarakat enggan memelihara ternak dengan alasan keamanan.

"Apalagi sekarang, puskeswan sudah dekat, jadi gampang kita dapat pertolongan kalau ternak sakit," ucap Soleman.

Kedatangan Bupati SBD serta rombongan ke Kecamatan Wewewa Tengah disambut dengan tarian dan pekikan khas Sumba Barat Daya. Di akhir acara, bupati didampingi Kepala Dinas Peternakan SBD melakukan pemasangan microchip secara simbolis pada kerbau milik warga. Hadir pada kesempatan itu para asisten, pimpinan SKPD, Ketua TP PKK, Camat Wewewa Tengah, Kapolsek, Babinsa, kepala Desa Kanelu, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat Desa Kanelu. (*/ays)

Sumber: Timorexpress
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD