Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 04 Desember 2015

Uskup Weetobula Pimpin Ekaristi Hari Penyandang Cacat Sedunia

Mgr. Edmund Woga, CSsR,
Waikabubak - Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR, memimpin ekaristi Hari Penyandang Cacat Sedunia Perayaan yang bertema Menjangkau yang tak Terjangkau di Paroki Santo Petrus dan Paulus Waikabubak, Sumba Barat, NTT (3/12). Uskup Edmund dalam pengantarnya mengatakan Santo Fransiskus Saverius adalah seorang pelindung misi. Fransiskus Saverius adalah rasul kedua para bangsa setelah Santo Paulus.  Santo Fransiskus seorang tokoh tangguh yang peduli kepada sesama yang membutuhkan pelayanan  khusus, yang cacat, dan miskin. Tokoh yang peringatannya dirayakan pada setiap tanggal 4 Desember setiap tahun.

Pada kotbahnya  Uskup Edmund menggambarkan bahwa Fransiskus pernah berkarya di Malaka, India, Cina, Jepang dan  sampai ke Ambon, Maluku. Di Maluku Fransiskus mempermandikan ribuan orang. Fransiskus dalam pewartaan Injil tidak hanya dengan mulut, tetapi itu diwujudkan dalam tindakan nyata. Dan, dalam karyanya yang berhasil itu, Frasiskus pernah menulis surat kepada pimpinan Yesuit atasannya, Ignasius “ lengan saya sudah capai karena mempermandikan orang “. Setelah mengakhiri masa hidupnya, jenasahnya dimakamkan di Goa, India. Namun lengannya dibawa ke Roma, dan dimakamkan di sana sebagai kenangan kepadanya sebagai Rasul Para Bangsa, dan Pelindung Misi
         
Sosok Fransiskus adalah orang yang rajin ke mana-mana untuk wartakan Injil, baptis orang jadi Katolik, supaya mereka diselamatkan. Hidup Fransiskus berdasarkan pesan Kitab Suci , pergi ke seluruh dunia wartakan Injil.
           
Uskup berpesan, pikiran, kesaksian, dan karya Fransiskus bergema di hati, dan budi kita. Dalam mewartakan Injil, ada yang secara langsung menjelaskan Kitab Suci. Namun hal itu perlu pula diungkapkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya kewajiban kita sebagai murid Kristus ,peduli kepada mereka yang berkebutuhan khusus (cacat, miskin).
               
Dalam karya Yesus, Ia   tidak pernah menolak orang yang membutuhkan bantuan-Nya. Ia tidak pernah menolak orang yang ingin disembuhkan  seperti cacat,buta, tuli. Pada bagian lain kotbahnya, Uskup Edmund mengatakan Tuhan ciptakan kita tidak ada satu pun yang cacat. Dia ciptakan kita sesuai dengan Gambar/Citra-Nya. Tuhan Allah tidak cacat, tidak mungkin Dia ciptakan kita cacat. Dia ciptakan kita berbeda untuk saling melengkapi supaya kita sama-sama memperlihatkan kesempurnaan Allah.
            
Uskup Edmund mengingatkan, tidak boleh ada yang minder/ merasa kurang dalam hidupnya. Kita punya martabat yang sama, tidak boleh rasa kurang, karena ada orang lain lengkapi kekurangan kita, dan sebaliknya.  Kita punya sikap seperti Yesus untuk melayani orang yang membutuhkan pelayanan. “ Kata Uskup Edmund mengakhiri khotbahnya.


Sumber: Kontibutor Agus B. Wuwur


Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD