Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 01 Oktober 2015

Gubernur Lantik Penjabat Bupati Sumba Barat

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menyempatkan tanda pangkat pada bahu Penjabat Bupati Sumba Barat, Drs. Paulis Limu, usai dilantik di Rujab Gubernur NTT,
Gubernur NTT akhirnya melantik Paul Limu sebagai Penjabat Bupati Sumba Barat di Rumah Jabatan Gubernur, Jalan El Tari Kota Kupang, Rabu (30/9). Pelantikan tersebut sekaligus menjawab penantian masyarakat Sumba Barat karena masa jabatan kepala daerah di sana sudah berakhir sejak tanggal 21 September 2015 lalu. Namun karena keterlambatan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri untuk menunjuk penjabat, sehingga gubernur terpaksa menunjuk Sekda Sumba Barat sebagai pelaksana tugas sementara.
 
Limu sendiri menjadi penjabat bupati kelima yang dilantik Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam jangka waktu hanya dua bulan terakhir. Sebelumnya, gubernur melantik Penjabat Bupati Sumba Timur dan Manggarai tanggal 14 Agustus. Kemudian gubernur melantik Penjabat Bupati Ngada dan Manggarai tanggal 31 Agustus. Selain memberi pesan agar mempersiapkan proses pilkada di kelima daerah serta menjaga netralitas PNS, gubernur juga meminta para penjabat untuk turun ke daerah terpencil atau desa-desa dan melihat langsung kondisi masyarakat.

"Jabatannya dalam waktu yang singkat. Tapi tugas dan tanggungjawab sama, persis seperti bupati. Karena itu, datang ke desa dan bertemu dengan masyarakat. Beri mereka semangat dan motivasi untuk kerja,"pesan gubernur kepada Paul Limu yang juga menjabat Inspektur Inspektorat Provinsi NTT itu.

Pesan lainnya adalah mempercepat penyerapan anggaran di daerah masing-masing. Karena menurut gubernur, pertumbuhan ekonomi yang belum maksimal juga disebabkan karena rendahkan serapan anggaran, baik di tingkat nasional dan daerah. "Kalau APBD Perubahan belum ditetapkan, segera dibahas dan ditetapkan. Demikian juga kalau APBD murni 2016 belum ditetapkan, segera dipercepat,"tandas gubernur.

Sementara Paul Limu yang diwawancarai usai pelantikan mengaku siap menjalankan amanat yang disampaikan gubernur tersebut.
"Itu bukan sekadar himbauan tetapi sudah dalam bentuk instruksi. Sesuai regulasi, kita harus taat. Sebagai Penjabat Bupati, saya akan rumuskan lebih detail lagi di lapangan. Paling tidak rencana awal ini saya buat rencana aksi berkaitan dengan pelaksanaan pilkada di Sumba Barat. Ke semua stakeholder,"jelas Paul.

Terkait antisipasi konflik di daerah tersebut, Paul mengakui sering terjadinya konflik pilkada di Sumba pada umumnya. Namun sebagai putra asli Sumba, dirinya memiliki tugas untuk mencegahnya.

"Kalau orang Sumba itu kita pendekatan dengan empati, kita masuk mereka punya wilayah apalagi dengan sedikit pola budaya dan etika, dan kita sungguh menghormati mereka, sebaliknya mereka juga akan menghargai kita. Saya yakin karena saya juga orang Sumba, pasti bisa. Asal jangan kita jauh dari mereka. Pendekatan persuasif, tidak hanya terkait pilkada tapi juga dana desa dan dana DeMAM,"tandas Paul.

Terkait netralitas, dia menegaskan, PNS harus netral untuk enam pasangan calon di daerah tersebut. Pasalnya, jika tidak menaati aturan, akibatnya tentu sangat besar. "Peristiwa pilkada itu mungkin hanya lima menit, tapi rasa persaudaraan kekeluargaan kita itu abadi di Sumba Barat. Sehingga jangan kita korbankan kekeluargaan itu,"tegasnya lagi. (cel/boy)

Sumber: timorexpress
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD