Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 29 September 2015

Tarian Sera Fohon Asal Belu Tampil Di SBD

Kontingen asal Belu
Atambua - Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belu mengirim 14 Orang siswa-siswi SMK Kusuma Atambua untuk mengikuti Jambore Pariwisata tingkat NTT tahun 2015 yang diselenggarakan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Peserta asal Kabupaten Belu ini akan membawa Tarian Sera Fohon dalam partisipasi di panggung Jambore Pariwisata NTT tahun 2015.

Penjabat Bupati Belu, Drs. Wilhelmus Foni, M.Si, dalam acara pelepasan utusan Jambore Pariwisata NTT, di Aula SMK Kusuma Atambua, Jumat (25/09/2015) mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu menyampaikan proficiat kepada Dinas teknis dan seluruh jajaran pendidik SMK Kusuma Atambua yang telah bekerja sama mempersiapkan siswa-siswi untuk mengikuti Jambore di Sumba Barat Daya.

"Terima kasih kepada dinas teknis, yang sudah bekerja sama dengan suster-suster dalam mempersiapkan anak-anak didik. Jadilah kusuma-kusuma Rai Belu di Sumba Barat Daya. Jaga nama dan martabat Rai Belu untuk kebanggaan rakyat Belu," ujar Willem Foni.

Ketua Rombongan Pariwisata Budaya asal Belu, Drs. Dominikus Mali mengatakan, tahun ini SMK Kusuma Atambua ditunjuk mewakili Kabupaten Belu, untuk mengikuti jambore pariwisata NTT di Sumba Barat Daya.

"Jambore Pariwisata ini akan berlangsung dari tanggal 28 hingga 30 September mendatang. Peserta yang diutus, ada 14 orang pemain inti. Dari SMK sendiri 1 orang guru pendamping dan pendamping dari dinas teknis ada 4 orang. Peserta yang ada, sudah siap untuk unjuk kebolehan di Sumba Barat Daya," ungkap Ketua Rombongan yang juga Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belu ini.

Disampaikan pula, materi tarian yang dikemas adalah syukur atas hasil panen kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Acara ini rutin dilakukan untuk melindungi dan melestarikan beragam nilai-nilai budaya lokal yang ada di wilayah Kepulauan NTT.

Untuk diketahui, Tarian Sera Fohon adalah tarian yang diangkat dari tradisi masyarakat Kabupaten Belu ketika hendak memulai panen hasil kebunnya. Ritual ini dilaksanakan untuk mengucap syukur kepada Tuhan (Maromak) atas kemurahan-Nya yang telah diberikan kepada para petani, sehingga kebun mereka mendapat hasil yang berlimpah.

Sebelum semua kerabat diundang untuk membantu memanen di kebun, pemilik kebun terlebih dahulu mengambil hasil yang terbaik dari setiap jenis tanaman yang ada dikebun, kemudian disimpan pada tempat yang sudah disiapkan, lalu mereka beramai-ramai mengaraknya. Selanjutnya diritualkan dan dilaksanakan perayaannya dengan tarian itu.

Sumber: humassetdabelu
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD