Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 23 September 2015

LIPI Usul Riset Ke Sumba

Indonesia menjadi Ketua Asosiasi Kawasan Tepi Samudra Hindia (IORA) periode 2015-2017 mulai Oktober 2015. Kerja sama regional itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan nasional. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengusulkan ekspedisi riset ke Pulau Sumba, NTT, sebagai bagian dari kerja sama.
 
“Ini kerja sama yang cukup baru. Kita sebagai ketua mau mengarahkan kerja sama sesuai visi-misi pemerintah. Sangat dimungkinkan,” kata Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI yang juga Koordinator Indian Ocean Rim Academic Group (IORAG) Indonesia, Adriana Elisabeth, saat jumpa media di Jakarta, Senin (21/9). IORAG pilar kerja sama bidang penelitian di IORA.

IORA satu-satunya organisasi negara di tepi Samudra Hindia dan mencakup tiga benua: Asia, Australia, dan Afrika. Saat ini, ada 20 negara yang resmi bergabung. Indonesia bergabung sejak organisasi itu dibentuk tahun 1997.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI Dirhamsyah mengatakan, LIPI usul ekspedisi riset bersama negara anggota IORA di kawasan Samudra Hindia dengan fokus di area Sumba.

Pulau itu salah satu pulau terdepan RI yang berbatasan dengan Australia di selatan. Penduduk Sumba masih relatif miskin sehingga ekspedisi riset akan turut menunjukkan kehadiran negara sesuai misi pemerintah membangun dari pinggiran.

Minim data
Dari sisi riset, Indonesia tak punya data dasar oseanografi terkait area perairan Sumba. Sejumlah kapal asing hilir mudik di sana, tetapi jauh di Samudra Hindia, bukan di pesisir Sumba. Penelitian oseanografi pun bisa dipadukan riset biologi terkait keanekaragaman hayati mengingat karakteristik satwa dan tumbuhan endemis di Sumba kemungkinan terpengaruh dari Australia sehingga menarik dikaji.

Menurut Dirhamsyah, berbeda dengan area Sumba, area pesisir dan laut lain berbatasan dengan Samudra Hindia sudah banyak diteliti. Area pantai barat Sumatera, misalnya, memikat banyak peneliti, termasuk asing karena aktivitas seismiknya, sehingga penting untuk riset kebencanaan. Area di selatan Jawa hingga Lombok, NTB, juga menarik karena terindikasi daerah pemijahan ikan tuna.

Di sisi lain, di timur Sumba, ada Kawasan Konservasi Perairan Nasional Laut Sawu, lintasan berbagai biota laut dilindungi. Jika data dasar Laut Sawu tak dikuasai, kelestarian biota laut di sana bisa terancam.

Karena itu, lanjut Dirhamsyah, LIPI mengajukan proposal ekspedisi riset ke Sumba kepada pemerintah sebagai bagian program IORAG selama kepemimpinan Indonesia. Ekspedisi bisa mengikutsertakan peneliti dari negara-negara anggota lain.

Total anggaran Rp 5 miliar, termasuk 30 hari layar menggunakan kapal riset dan analisis data usai berlayar. LIPI punya Kapal Riset Baruna Jaya VIII. “Tetapi ini bergantung pada ketersediaan dana. Jika usulan anggaran dipotong, tak tahu lagi,” ujarnya.

Peneliti politik dan keamanan internasional LIPI, Koordinator Penelitian IORAG Indonesia, Riefqi Muna menuturkan, Samudra Hindia strategis bagi global. Sebanyak 50 persen lalu lintas kapal dagang melalui lautan ini. Samudra itu juga rute lintasan sepertiga kargo dunia dan dua pertiga pengiriman minyak dunia. Ada 55 persen cadangan minyak dan 40 persen gas. (JOG)


Sumber: Kompas
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD