Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 22 Agustus 2015

Sumba Pusat Pengembangan Sapi Di NTT

Kupang - Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dany Suhadi mengatakan untuk mengembangkan usaha peternakan sapi dan kerbau di NTT, pihaknya menjadikan Pulau Sumba sebagai model dari pengembangan tersebut.
 
 "Kita jadikan wilayah Sumba sebagai lokasi yang cocok untuk pengembangan sapi dan kerbau, sebab lokasi dan iklim di daerah itu sangat memungkinkan untuk dikembangkan," katanya kepada Antara di Kupang, Jumat (21/8).

Namun menurutnya, pihaknya juga telah menyiapkan di beberapa tempat seperti di daratan pulau Timor salah satunya Kabupaten Kupang untuk pengembangan tersebut, melalui dana integrasi alokasi khusus.

 Ia menilai pengembangan sapi dan kerbau ini dianggap sangat perlu sekali, mengingat saat ini NTT sendiri telah bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dalam hal pemasokan sapi.

 "Satu bulan rata-rata pengiriman sapi ke luar NTT mencapai 541 ekor sehingga diperkirakan dalam setahun NTT mengantarpulaukan sapi potong ke pulau Jawa dan sekitarnya mencapai 65.000 ekor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi di ibu kota," ujarnya.

 Ia menambahkan, jumlah kuota pengantarpulauan sapi potong pada tahun ini menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang melonjak tinggi mencapai 1.500 ekor per bulan, setelah adanya kebijakan pembatasan kuota.

Selama ini telah ada bantuan dari Kementerian Peternakan untuk membantuk mengembangkan pengembangan sapi bukan hanya di pulau Sumba namun juga di beberapa pulau lain di NTT.

 "Selama ini ada dan kita selalu integrasikan dengan pusat pendidikan yang turut mengikut sertakan masyarakat sekitar," tambahnya.

 Di samping itu ada juga intergrasi dari Kementerian Pertanian untuk melakukan pengembangan bio gas. Namun terkait Usaha Pembuatan pupuk organik (UPPO) berupa sapi, Kandang dan unit rumah kompos menurutnya masih dalam tahap perencanaan.

 Namun untuk mengembangkan populasi sapi betina menurutnya, Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mengalokasikan dana dekonsentrasi maupun tugas pembantuan Tahun Anggaran sebesar Rp58 miliar untuk pengembangan peternakan di NTT.

 "Selain masih tingginya angka pemotongan sapi betina prodkutif, kendala lain dalam pengembangan peternakan di NTT adalah belum tuntasnya penanggulangan penyakit hewan menular strategis yakni brucellosis, SE, anthraks, hog cholera dan rabies," katanya. [Ant/L-8]


Sumber: sp.beritasatu
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD