Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 02 Agustus 2015

Di SBD Oknum PNS Jadi Calo KTP

Tambolaka - Oknum aparatur sipil negara (ASN) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) disinyalir menjadi pembuat kartu tanda penduduk (KTP) palsu. Hal tersebut sesuai pengakuan Yustina Malo, salah seorang korban KTP palsu yang dikeluarkan MP oknum staf Dispendukcapil SBD itu.
 
Selasa (28/7), Yustina mengatakan, ia mengetahui bahwa KTP miliknya palsu, saat membuka rekening tabungan di salah satu bank di Provinsi Bali. Pada waktu memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) pada aplikasi biodata nasabah bank tersebut, ternyata NIK sesuai KTP yang kepengurusannya dilakukan oleh oknum Dispendukcapil SBD itu telah dimiliki orang lain, dengan nama yang berbeda, alamat, dan foto yang berbeda pula.

Sehingga, dirinya kemudian datang ke Dispendukcapil Kabupaten SBD untuk memverifikasi keaslian kartu tanda penduduknya itu. “Ternyata bernar, saat dilakukan verifikasi oleh Dispendukcapil Kabupaten SBD, NIK yang muncul adalah NIK orang lain dan bukan milik saya, seperti yang dialami saat membuka rekening tabungan di Bali,” katanya.

Yustina menjelaskan, pada Juli 2014, dirinya hendak pergi ke Bali untuk bekerja sambil kuliah. Waktu hendak mengurus KTP, informasi dari teman-temannya bahwa ada orang yang bisa mengurus KTP di dekat tempat tinggalnya di Kamberara, Elopada. Sehingga, akhirnya atas saran temannya itu, ia kemudian pergi menemui MP yang sudah terkenal di Kecamatan Wewewa Timur bisa mengurus KTP dengan biaya Rp 80 ribu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumba Barat Daya Asterius Ngongo Dairo membenarkan bahwa adanya pencetakan KTP secara ilegal yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.   Dia juga membenarkan adanya pemalsuan KTP yang dilakukan oleh salah satu oknum staf Dispendukcapil. Pemalsuan tersebut diketahui, setelah ada pengakuan dari salah satu korban ke dinas, bahwa dirinya membuat KTP melalui oknum tersebut, namun ternyata KTP-nya palsu.

Ngongo Dairo menambahkan, setelah pihaknya melakukan penyelidikan, ternyata oknum tersebut bukan merupakan staf pada bidang pencatatan sipil Dispendukcapil SBD, dan tindakan yang dilakukan bertentangan dengan prosedur dinas, karena setiap orang yang mau membuat KTP harus datang langsung ke Dispendukcapil dan tidak dikenakan biaya apapun atau gratis. Masih menurutnya, oknum tersebut beberapa bulan terakhir, sejak pergantian kepala dinas tidak berkantor lagi. (mg-11/R-3)

Sumber: vnewsmedia
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD