Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 28 Juli 2015

Jubilate Stroke Permanen, Sidang Ditunda

Jubilate Pandango
Kupang - Bupati Sumba Barat Nonaktif, Jubilate Pieter Pandango, saat ini masih menjalani perawatan di Surabaya, Jawa Timur. Dokter yang merawatnya menyatakan bahwa Pandango menderita stroke tahap dua atau masuk kategori stroke permanen.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Penasehat Hukum Jubilate Pieter Pandango, John Rihi, S.H, sebelum sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Senin (27/7/2015).

John mengaku bertemu langsung dengan Pandango di Rumah Sakit (RS) Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya. Pandango dinyatakan sebagai pasien di rumah sakit itu sejak 11 Juli sampai 22 Juli 2015.

"Karena klien kami harus jalani terapi, maka dokter sarankan melakukan terapi lagi di RS Bethesda Surabaya. Proses terapi ini tetap dalam pengawasan dr. HB Wibisono, SPS," jelas John.

Dikatakannya, dr. Wibisono menyampaikan bahwa sakit yang diderita Pandango adalah stroke tahap dua, yang mana dalam ilmu kesehatan sudah masuk kategori stroke permanen. Sementara dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (27/7/2015), John kembali menunjukkan bukti keterangan dokter mengenai sakitnya Pandango.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Ida Bagus Dwiyantara, S.H, M.Hum, didampingi Khairuludin, S.H, M.H dan Jult M Lumban Gaol, Ak. Saat sidang tanpa terdakwa ini dihadiri JPU, Herry Franklin, S.H, dan Didit Agung Nugroho, S.H.

Dalam sidang, John mengatakan, Rabu (22/7/2015), ia bertemu langsung Pandango di rumah sakit dan dokter yang merawat. "Saat itu dokter katakan Pandango masih butuh perawatan. Memang ada terapi dalam satu minggu dua kali," jelas John.

Jemput Paksa
Ketua Majelis Hakim, Ida Bagus Dwiyantara, S.H, M.Hum, menegaskan, majelis hakim bisa memerintahkan JPU menjemput paksa Jubilate Pieter Pandango di Surabaya. "Kalau seperti ini, saya bisa perintahkan jaksa untuk jemput paksa," tegas Ida Bagus.

Ida Bagus menyampaikan hal ini menanggapi pernyampaian JPU, Didit Nugroho, S.H, bahwa pada Kamis (23/7/2015), Pandango telah keluar dari RS Katolik St.Vincentius A Paulo Surabaya.

Menurut Ida Bagus, majelis hakim sebelumnya hanya memberi izin 10 hari untuk pemeriksaaan kesehatan di Surabaya. "Kami belum bisa bersikap soal ini, tapi jaksa punya kewenangan untuk hadirkan terdakwa," katanya.

Ida Bagus menanyakan kepada John Rihi apakah terdakwa bisa jalani terapi di Kupang atau tidak, namun John Rihi mengatakan, terapi dilakukan di Surabaya atas saran dr. Wibisono dan dalam seminggu harus terapi dua kali.

Mendengar itu, Ida Bagus mengatakan, sidang ditunda karena terdakwa belum bisa dihadirkan.

Herry Franklin mengatakan, jika pada sidang berikut terdakwa belum bisa hadir, maka kiranya majelis hakim memberi penetapan agar JPU melakukan jemput paksa sesuai dengan kewenangan JPU.

John Rihi mengatakan, tidak perlu dijemput paksa karena kliennya sangat koperatif. "Bisa dibuktikan, sewaktu klien kami sakit, masih bisa hadir untuk sidang beberapa kali. Tapi saat ini kondisinya memang sedang sakit," kata John Rihi.


Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD