Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 23 Juli 2015

Buntut Pertengkaran, Okta Katoda Ditikam Rekannya Sendiri

Ester Kondo (tengah) teman korban diperiksa polisi di IRD RSUP Sanglah, Denpasar, Selasa (21/7/2015)
Denpasar, Bali – Sebagai perantauan, tentulah asal daerah berpengaruh besar pada kebersamaan. Namun tidak demikian dengan dua perantau ini, Oktavianus Katoda (22) dan Dominggus (26).
 
Mereka malah saling terlibat cek-cok, hingga berujung penikaman. Oktavianus ditikam Dominggus tepat di lehernya. Oktavianus tersungkur, darah banyak berceceran dan langsung dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.

Peristiwa penikaman ini terjadi di Jalan Pulau Ayu Gang 1 No 5, Denpasar, Selasa (21/7) di kediaman milik seorang warga, Arya (30).

“Saya temukan (korban) sudah bersimbah darah,” ucap Arya.

Menurut dia, kejadian terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. Kala itu, korban melintas di gang Jalan Palau Ayu. Sesampainya di gang, sekitar enam orang rekan Dominggus datang dan menghadang korban. Satu orang diketahui berpakaian securitI.

“Saya dan warga akhirnya membawa ke Sanglah,” ungkapnya.

Di bagian lain, Kapolsek Denpasar Barat AKP Wisnu Wardana mengatakan, pihaknya saat ini sedang memintai keterangan kepada sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Pelaku masih dalam pengejaran. Kami sudah turunkan tim,” jelasnya.

Mantan Kasatserse Polres Badung ini mengatakan, dugaan awal penusukan ini adalah perkelahian di tempat kerja.

“Meski demikian saat ini kami masih melakukan lidik terhadap kasus ini,” jelasnya.


Sementara itu berdasarkan penuturan istrinya yang waktu kejadian berada di tempat tersebut, ia mengatakan kronologi seputar kejadian.  Waktu itu sekitar pukul 15.00 Wita korban melintas di gang yang menghubungkan Jalan Palau Ayu dan Pulau Adi tersebut.

Saat itu korban akan pulang ke kosannya. Sesampainya di gang tersebut, sekitar enam orang, termasuk satu orang berpakaian security datang menghadang korban. Korban merasa terjepit dan pelaku segera menyerang korban.

"Katanya sempat terjadi perkelahian di sini," ujarnya.

Namun korban tak berdaya setelah pelaku menusukkan pisaunya ke leher Oktavianus.

Mendapat tusukan di bagian lehernya, korban pun tumbang. Darahnya berceceran di sekitar lokasi kejadian.

"Darahnya banyak, tuh sudah ditutup pakai pasir," jelasnya.

Melihat korban sudah tak berdaya, ia bersama dengan warga lainnya kemudian segera membawa korban ke RSUP Sanglah.

"Dibawa oleh teman-temannya ke RSUP Sanglah. Setelah ditolong oleh warga," ujarnya.

Ia sendiri heran, sebab menurut keterangan dari sejumlah teman korban, korban dan pelaku sama-sama bekerja di perusahaan outsourcing yang sama.

Mereka ditugaskan sebagai petugas cleaning service di sebuah toko roti yang berada di Jalan Teuku Umar Denpasar.

"Satu daerah, satu tempat kerja kenapa bisa begitu," imbuhnya heran.

Sementara itu, Oktavianto (27) perwakilan manajemen tempat keduanya bekerja mengatakan, dari keterangan beberapa karyawan yang kebetulan sempat melihat perilaku keduanya sebelum kejadian, diketahui korban dan pelaku sebelumnya terlibat pertengkaran.

Kata dia, penyebab keributan waktu itu berawal dari kata-kata Dominggus ke Ester, karyawan yang juga bekerja di sana.

Merasa diperlakukan tidak baik oleh pelaku, Ester marah. Tapi kemarahan perempuan tersebut justru direspon oleh Dominggus dengan mencekik leher perempuan tersebut. Melihat rekannya diperlakukan begitu, Oktavianus merasa tidak terima. Akibatnya terjadi perkelahian antara korban dengan pelaku. Baku pukul pun terjadi.

Namun perkelahian tak berlangsung lama. Beberapa rekan kerja keduanya langsung memisahkan mereka.

"Perkelahian berhenti, tapi masalah belum selesai," jelas pria asal Yogyakarta ini.

Buntut perkelahian itu kemudian terjadi di Jalan Pulau Ayu Gang 1 tersebut. Pelaku mengadang Oktavianus dan menusukkan pisau ke leher.

"Akibatnya Oktavianus tumbang. Pelaku katanya melarikan diri. Saya menyesal, mereka kok nggak bilang ke manajemen kalau ada perkelahian," ujarnya.

Selain karena masalah perkelahian di tempat kerja, sempat muncul desas-desus mengenai adanya cinta segitiga antara Oktavanus, Dominggus, dan Ester.

Namun hal ini segera dibantah oleh Ester. Saat ditemui seusai bekerja, ia mengatakan akar permasalahan berawal dari kesalahpahaman saja.

"Tidak ada cinta segitiga, adanya cuma omongan yang berujung kesalahpahaman saja," ujarnya singkat.

Sumber: kriminalitas.com/bali.tribunnews
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD