Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 24 Juni 2015

Diduga Kecewa Pada Gidion, Palulu Maju Di Pilkada Sumba Timur

Waingapu - Keputusan Ketua DPD Golkar Sumba Timur, drh. Palulu P Ndima, M.Si maju sebagai calon bupati untuk bertarung dalam pemilukada diduga dilatari kekecewaannya terhadap Drs. Gidion Mbilijora, M.Si.
 
Beredar kabar, calon incumbent Gidion Mbilijora menolak berpasangan dengan Khristofel A Praing yang dijagokan Palulu Ndima sebagai calon wakil bupati. Gidion malah meminang Umbu Lili Pekuwali. Ketua OKK Partai Golkar Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq, tidak membantah kabar tersebut.

Ditemui di Sekretariat DPD Golkar Sumba Timur, Sabtu (20/6/2015) malam, Ali Fadaq menjelaskan secara kronologi dinamika yang terjadi hingga keputusan Gidion meminang Umbu Lili Pekuwali.

Menurutnya, sekitar bulan Mei-Juni 2014, dia bersama Robert Riwu (Sekretaris DPD Golkar Sumba Timur) menemui Gidion Mbilijora. Keduanya mengingatkan Gidion terkait pemilukada dengan melihat fenomena yang terjadi di lapangan.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumba Timur ini mengatakan, Gidion tidak mungkin satu perahu dengan dr. Matius Kitu (Wakil Bupati Sumba Timur saat ini). Padahal Gidion sangat berharap kembali berpasangan dengan Matius Kitu maju dalam pemilukada yang dihelat 9 Desember 2015.

"Kami memberi gambaran bahwa Pak Matius Kitu lebih cenderung ke Gerindra. Kami sarankan beliau bersiap maju," urai Ali Fadaq yang saat ditemui didampingi Robert Riwu.

Dalam pertemuan itu, lanjut Ali Fadaq, berkembang dua nama figur bakal calon wakil bupati, salah satunya Umbu Lili Pekuwali (Kabag Penyusunan Program Setda Sumba Timur). Pasca pertemuan itu, Ali Fadaq dan Robert Riwu menemui Umbu Lili di rumah orangtuanya di Kampung Sabu dan memberitahu. Maksudnya agar silakan berkemas.

"Umbu Lili mengatakan menghormati. Namun dia menyarankan cari figur lain yang lebih senior. Biarkan dia sebagai figur alternatif," beber Ali Fadaq. Dalam perjalanan, katanya, Umbu Lili kembali didekatinya. Tapi jawaban Umbu Lili tidak.

Lebih lanjut Ali Fadaq mengatakan, pada 4 Mei ada pertemuan di Jakarta. Saat itu hadir, Ali Fadaq, Palulu Ndima dan Gidion Mbilijora. Ali Fadaq menggambarkan bahwa pertemuan waktu itu memanas. Meski demikian, kesepakatannya menunggu hasil survei terhadap figur.

Pada 8 Mei, kata Ali Fadaq, beberapa orang PAN menemui Gidion Mbilijora dan meminta segera mengisi formulir pendaftaran, komposisinya Gidion calon bupati dan Khristofel A Praing alias Kris Praing (Kadis Nakertrans Sumba Timur) sebagai wakil bupati. "Padahal belum pernah bicara dengan Kris Praing. Bupati tidak kasih ruang, sementara ketua (Palulu Ndima) sudah finalkan dengan Kris Praing. Bupati tidak pernah beri pernyataan sekalipun," jelas Ali Fadaq.

Menurut Ali Fadaq, sudah banyak yang sampaikan agar Gidion menggandeng Kris Praing. Namun figur Kris Praing terbentur dengan kriteria dasar Golkar, yaitu prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela. "Tiga kali berturut-turut tidak bersama Golkar. Dalam pertarungan pilkada, Kris Praing selalu berbenturan dengan kader yang diajukan golkar," kata Ali Fadaq.

Tanggal 8 Mei malam, ujar Ali Fadaq, Gidion memanggil Umbu Lili menanyakan kesediaan. Karena diminta untuk melayani masyarakat dan daerah sehingga Umbu Lili menyanggupi. Selanjutnya, kata Ali Fadaq, Gidion menginformasikan kepada Palulu Ndima agar nama Umbu Lili dimasukkan untuk disurvei.

"Ketua sudah vonis bahwa Pak Gidion sudah menetapkan calon wakil. Mulai dari saat itu ketua berbeda sikap," katanya. (aca)

Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD