Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 14 April 2015

Penyu Di Sumba Terancam Punah

Penyu yang telah di potong-ptong ditemukan Tim Ekspedisi NKRI 2015 peneliti flora fauna Subkorwil 5 Sumba Barat Daya
Tambolaka - Tim Ekspedisi NKRI 2015 peneliti flora fauna Subkorwil 5 Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat melakukan pengamatan   di Pantai Perokonda, Kecamatan  Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya menemukan penyu hijau (Cheloniamydas) yang tinggal karapasnya saja. Dengan ciri-ciri karapas berbentuk oval, melebar, berwarna hijau tua kehitaman dengan 5 buah neural, 4 buah coastal.
 
Dalam siaran persnya, Tim Ekspedisi NKRI 2015 peneliti flora fauna Subkorwil 5 SBD menjelaskan, Penyu (Cheloniamydas) merupakan reptil yang sebagian besar hidupnya berada di laut, kecuali untuk bertelur. Penyu sering bermigrasi untuk kawin, bertelur maupun untuk mencari makan.

Migrasi penyu di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perubahan iklim, ketersediaan pakan di alam, pencemaran, perburuan, predator dan bencana alam. Penyu membutuhkan waktu lama untuk mencapai usia reproduksi yaitu berkisar antara 17 hingga 40 tahun dengan tingkat keberhasilan mencapai 1: 1.000.

Keberadaan penyu telah lama terancam, baik oleh faktor alam maupun faktor kegiatan manusia yang membahayakan populasinya secara langsung maupun tidak langsung.

berdasarkan hasil wawancara tim dengan warga sekitar, memang terkadang ditemukan penyu mendarat di pantai tersebut untuk bertelur. Ada juga penyu yang tertangkap oleh jaring nelayan yang mencari ikan,     Bahkan ada beberapa masyarakat yang khusus berburu penyu.

Menurut mereka, Penyu yang tertangkap masyarakat sebagian dijual dan sebagian lagi dikonsumsi.  Daging 1 ekor penyu bisa dijual dengan harga lima ratus ribu rupiah.

Walaupun beberapa masyarakat telah mengetahui bahwa penyu adalah satwa yang dilindungi, tetapi belum ada tindakan lebih lanjut dari pihak yang berwenang di pantai perokonda, Kecamatan kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Sementara itu di Pantai Ratenggaro, Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya masyarakat setempat mengaku jika sudah musim penyu (April-September), mereka bisa menangkap 10 hingga 30 ekor penyu per hari. Penyu yang tertangkap masyarakat tersebut sebagian  ada yang dikonsumsi dan sebagian ada yang dijual  termasuktelurnya. Daging satu ekor penyu bisa dijual dengan harga Rp. 500.000 hingga Rp. 1.000.000 tergantung ukuran. Sedangkan telur penyu dijual dengan harga Rp. 5.000 per butir.

Padahal merupakan pantai Ratenggaro dengan pasirnya yang putih bersih serta banyak ditumbuhi oleh pandan berduri (Pandanus tectorius), Hibiscus tiliaceus merupakan daerah kesenangan penyu khususnya penyu hijau untuk bertelur (DKP,2009).

Identifikasi jenis penyu juga mencirikan habitatnya yang khas. Karakteristik tempat peneluran meliputisusunan vegetasi dan jenis pasir pantai. Susunan vegetasi terdiri dari berbagai macam tumbuhan yang digemari oleh penyu tertentu sebagai naungan untuk menjauhi predator.

Salah satu jalan keluar agar penyu selamat dari kepunahan adalah dengan cara melibatkan masyarakat. Masyarakat dapat terlibat dalam pelestarian penyu dengan tidak membeli telur penyu, daging dan souvenir yang terbuat dari bagian tubuh penyu.
 
Penyu adalah satwa yang dilindungi di Indonesia dan juga semua negara di dunia. Semua jenis penyu di Indonesia diberikan status dilindungi oleh negara sebagaimana tertuangd alam PP Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Penyu juga termasuk hewan yang tergolong dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau Konvensi Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar Jenis Terancam. (snd)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD