Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 17 Maret 2015

Pilkada Sumba Barat: Samapaty Raih Dukungan PKB

Kupang - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bergerak cepat dengan lebih dulu menentukan calon bupati (Cabup) yang akan diusung bertarung dalam hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumba Barat periode 2015-2020.
 
Lewat Musyawarah Kebangkitan yang dihelat di Waikabubak, Sabtu (14/3) lalu, dipilihlah Umbu S. Samapaty sebagai calon bupati dari PKB yang akan maju bertarung dalam Pilkada yang dilakukan serentak secara nasional Desember tahun ini.

"Dalam forum Musyawarah Kebangkitan yang dihadiri seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) dari seluruh kecamatan di Sumba Barat, dan pengurus DPC, dipilih Pak Umbu S. Samapaty sebagai calon bupati yang diusung PKB untuk ikut dalam Pilkada Sumba Barat," ungkap Ketua DPW PKB NTT, Yucundianus Lepa sebagai orang yang diberi mandat oleh DPP PKB untuk melaksanakan Musyawarah Kebangkitan.

Menurut Yucun (sapaan akrab Yucundianus) dalam Musyawarah Kebangkitan itu, PKB hanya memilih calon bupati, sedangkan penentuan calon wakil bupati (Cawabup), PKB menyerahkan kepada calon bupati untuk menjaring maksimal tiga calon untuk selanjutnya dikonsultasikan dan dikoordinasikan dengan parpol pengusung untuk menentukan satu calon sebagai pasangannya.

"Partai (PKB, Red) memberi kepercayaan kepada Pak Umbu Samapaty untuk menjaring wakilnya, dengan harapan bisa memilih yang bisa diajak bekerjasama demi membangun Sumba Barat. Pak Umbu Samapaty kita percayakan memilih tiga orang, nanti dikoordinasi dan dikonsultasikan dengan partai pengusung untuk diputuskan bersama mana yang terbaik," jelas Yucun.

"Kita juga ingin merubah pola, dimana selama ini seakan-akan untuk menentukan calon bupati/wakil bupati harus satu paket. Pola ini kita rubah karena dari pengalaman, untuk satukan hati calon bupati dan wakilnya yang diputuskan satu paket oleh partai cukup susah. Bahkan terkadang retak di tengah jalan. Karena itu, saat ini kita beri kepercayaan kepada calon bupati untuk menjaring sendiri calon wakilnya,"tambah anggota DPRD NTT ini.

Terkait kepercayaan yang diberikan kepada calon, bukan langsung ditentukan partai, menurut Yucun, PKB tidak ingin ada kesan partai melakukan kawin paksa terhadap pasangan calonnya. "Kita mau sejak awal cabup/cawabupnya sepikiran, satu visi-misi dalam membangun sumba Barat. Untuk itulah kita percayakan kepada calon bupati untuk menjaring wakilnya dengan terus membangun koordinasi dengan partai pengusung atau koalisi partai," harap Yucun.

Yucun menjelaskan, alasan PKB memilih Umbu S. Samapaty karena telah melalui sebuah penilaian oleh partai. Dan selama sebulan membuka pendaftaran, hanya Umbu Samapaty yang melamar secara resmi sehingga PKB memutuskan memberi kepercayaan itu kepada Umbu Samapaty sebagai calon bupati dari PKB. "Hasil penentuan ini akan kita bawa ke provinsi (DPW PKB, Red) lalu ke pusat (DPP PKB) untuk di SK-kan," kata Yucun.

Umbu S. Samapaty yang dihubungi terpisah menyampaikan terimakasih PKB karena telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk maju ke Pilkada Sumba Barat dari PKB. "Saya sangat berterimakasih kepada PKB yang telah mempercayai saya. Semoga kepercayaan ini dapat saya jaga sehingga pada saat Pilkada nanti dapat meraih kemenangan demi mewujudkan Sumba Barat yang sejahtera sesuai dengan harapan seluruh masyarakat Sumba Barat," kata Umbu Samapaty.

Forum Musyawarah Kebangkitan yang dihadiri seluruh unsur pengurus PKB dari seluruh kecamatan di Sumba Barat, seperti Kecamatan Loli, Kota, Tanariwu, Wanukaka, Lamboya, dan Lamboya Barat, menurut Umbu Samapaty, mengindikasikan bahwa seluruh pengurus solid mendukungnya sehingga ini menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus menggalang dukungan dan kepercayaan rakyat Sumba Barat.

"Almarhum ayahanda saya pernah memimpin Sumba Barat selama 13 tahun dengan tanpa uang tapi dapat membangun proyek-proyek besar seperti bandara Tambolaka, irigasi Laikaniku di Wanukaka, irigasi Matanyira di Laamboya. Dan masih banyak lagi proyek yang dibangun tanpa uang hanya dengan semangat gotong-royong/swadaya masyarakat, yang berduyun-duyun kerja dengan membawa bekal makanan dari rumah masing-masing dan berhasil. Mengapa sekarang ada dana DAU dan DAK tapi tidak berhasil, malahan banyak pejabat terlibat korupsi?" kata Sekjen PB Pelti ini.

Umbu bertekad, jika dia mendapat amanah rakyat memimpin Sumba Barat, dia bertekad menghidupkan kembali semangat gotong royong itu, dan meniadakan tipikal para birokrat yang memimpin dengan gaya amtenar, memperketat pengelolaan keuangan agar tidak terjadi pemborosan untuk hal yang tidak penting, dan lain-lain yang membuat rakyat tambah miskin, anak-anak tidak sekolah, humam trafficking, pencurian, juga perang tanding di masyarakat yang masih terjadi disejumlah wilayah.

Umbu Samapaty juga menyoroti perencanaan pembangunan saat ini, dimana tidak fokus pada pembangunan SDM tapi lebih pada pembangunan fisik yang tidak bermanfaat, masyarakat makin induvidual, semangat gotong royong tidak ada lagi, kerja sawah harus dibayar. "Dulu tidak ada itu, kerja sawah bangun rumah itu secara bersama-sama. Bergotong-royong. Ini akibat kepemimpinan yang kurang mendengar apa yang diinginkan rakyat tapi apa yang diinginkan oleh pimpinan. Semua ini harus dirubah agar Sumba Barat segera mengejar ketertinggalannya, re-covering economy demi kesejateraan Sumba Barat," janji tokoh olahraga nasional ini. (aln/boy)

Sumber: timorexpress
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD