Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 06 Maret 2015

Drone ditemukan Warga Totok, SBD

Bani Niga, Agustinus Ngongo Bili dan anggota Brimob, Aiptu Antonius Raja memperlihatkan drone yang ditemukan di Hutan Tiwulata, Kawona, Desa Bondobogil, Kecamatan Loura-SBD, Rabu (4/3/2015)
Tambolaka - Drone ditemukan oleh Warga Desa Totok, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) ketika sedang berburu babi hutan di hutan Tiluwatu, Kawona, Desa Bondobogil.

Pesawat kecil seperti mainan yang bisa diterbangkan dengan bantuan remote control atau bisa dikendalikan menggunakan perangkat pintar itu, pertama kali ditemukan Bani Niga (39) dan Agustinus Ngongo Bili (36).

Anggota Brimob Sub Den A Pelopor SBD, Aiptu Antonius Raja di Desa Pogo Tena, Rabu (4/3/2015) petang, Bani Niga dan Ngongo Bili menjelaskan secara kronologi penemuan drone berwarna putih tersebut.

"Saya sudah lupa hari dan tanggalnya. Sekitar pertengahan Februari. Waktu itu, yang berburu babi hutan ada sekitar 40 orang. Lokasinya di Tiluwatu, Kawona (Desa Bondobogil). Saya yang lihat pertama kali benda itu," tutur Bani Niga.
Saat ditemukan drone tergeletak di atas tanah. Lampunya mengeluarkan cahaya. Karena tidak tahu, Bani Niga dan Ngongo Bili menduga drone adalah bom. "Kami curiga jangan-jangan bom karena saat pertama kali lihat lampunya masih nyala," katanya.

Menurut Bani Niga, Kepala Desa Weemanada, Bulu Ele, yang juga ikut berburu sempat mengambil drone. Tangannya menyentuh salah satu tombol dan lampu drone menyala. "Dia kaget sehingga langsung buang. Kami khawatir bom," jelas Bani Niga.

Ketika dibuang tidak meledak. Timbul keyakinan bahwa bukan bom sehingga drone dibawa pulang dan disimpan di rumahnya di Totok. Mengetahui ada 'benda asing', banyak warga mendatangi kediamannya untuk melihat.

Meski sudah beberapa hari ada dirumahnya, Bani Niga dan Ngongo Bili belum juga mengetahui secara pasti benda tersebut. Keduanya memotret dan fotonya diperlihatkan kepada orang-orang yang mereka jumpa.

Ketika mendatangi pasar Radamata di Kota Tambolaka, Rabu siang, keduanya memperlihatkan foto tersebut kepada sejumlah orang. Termasuk kepada penjaga kounter HP yang ada di pasar Radamata. Namun penjaga kounter juga tidak mengetahui.

Di Pasar Radamata, tanpa sengaja Bani Niga dan Ngongo Bili berjumpa dengan anggota Brimob SBD, Aiptu Antonius Raja. Kepada Antonius, keduanya memperlihatkan foto drone. Antonius menyarankan agar membawa barang tersebut, dan keduanya menyetujui.

Bani Niga dan Ngongo Bulu pulang ke Totok mengambil drone. Saat tiba di pasar Radamata, ada yang menawari drone dengan harga Rp 1,5 juta. Tapi keduanya tidak bersedia menjual.

"Ada yang nawar mau beli dengan harga Rp 1,5 juta. Tapi karena sudah terlebih dahulu ketemu anggota Brimob sehingga tidak jadi dijual," tambah Ngongo Bili.
 
Drone berwarna putih yang ditemukan warga dilengkapi kamera pengintai, antene dan berkaki dua. Diameternya sekitar 30 cm, dengan empat jari dan empat baling-bali yang terdapat pada setiap jari-jarinya. Lampunya sudah tidak menyala, diduga batreinya sudah habis.

Drone dipakai untuk beberapa keperluan. Pertama untuk kepentingan pribadi sebagai hobi atau kegemaran. Kedua untuk kepentingan profesional yang terkait dengan pekerjaan.

Pengguna pribadi biasanya menggunakan drone untuk foto selfie atau semacamnya, dan pengguna profesional menggunakan drone untuk berbagai keperluan seperti fotografi, jurnalistik, hingga industri film.


Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD