Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 03 Februari 2015

Pria Asal Kodi SBD, Meninggal di Ngurah Rai


Denpasar, Bali – Andreas Dawa (26) seorang warga asal Kampung Galu Tomba, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal  di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada Minggu, (1/2/2015) pagi.Andreas meninggal ketika hendak berangkat menuju Bandara Tambaloka, Sumba Barat Daya, NTT.
 
Mulanya, sekitar pukul 08.45 Wita, ia diantar oleh kedua temannya, Daniel Dana Lena dan Lorensius ke Bandara. Setibanya di Bandara, Andreas sempat meminta kursi roda kepada pihak Bandara karena mengaku dalam kondisi sakit. Tetapi, tiba-tiba ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Selanjutnya, sekitar pada pukul 09.45, jenasa Andreas dibawa ke Rumah Sakit Sangla Denpasar menggunakan mobil ambulans milik Pemadam Kebakaran Angkasa Pura 1 Bandara Ngurah Rai.

Ayub Pati Wolokoro (20) tidak menyangka jika Andreas Dawa, teman sekerjanya, pamit pulang Minggu (1/2) pagi adalah pamit untuk selamanya. Andreas sempat berpamitan untuk pulang ke Sumba Barat Daya. Namun, dia menghembuskan nafas terakhirnya usai membeli tiket di Bandara Ngurah Rai.

"Wajah teman saya tidak terlihat sakit atau lemas. Dia (Andreas) segar dan hendak pulang ke rumah. Tapi tadi kami dihubungi kalau rekan saya meninggal di bandara," ujar Ayub saat berada di ruang Forensik RSUP Sanglah.

Ia katakan, kabar yang ia terima, usai membeli tiket, tiba-tiba saja, Andreas jatuh pingsan. Menurutnya, memang sebelum berangkat ke bandara, Andreas sempat mengeluh badannya sakit.

Andreas Dawa baru 11 hari di Bali
bekerja sebagai kuli bangunan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK). hanya saja, karena badannya merasa sakit, Adreas pun pamit pulang untuk berobat di kampungnya.

"Beberapa hari sebelum meninggal memang mengeluh badannya tidak enak. Terus pagi dia pamit, tidak tahu setelah itu kok dikabari pingsan terus meninggal di bandara," ujarnya.

Sementara itu, hasil visum luar Tim Forensik RSUP Sanglah menyebutkan, di tubuh korban tidak ditemukannya tanda kekerasan atau penganiayaan. Pemeriksaan tim medis selama kurang dari satu jam tersebut menyebutkan, mata Andreas berwarna kuning. Sehingga, korban diperkirakan sakit ginjal atau saluran empedunya mengalami gangguan.

"Ini terdapat gangguan empedua atau ginjalnya," ujar Kepala Forensik RSUP Sanglah, dr Dudut Rustiadi SpF. Secara terpisah, Humas Angkasa Pura 1 Bandara Ngurah Rai, Shively Sansouci mengatakan, penumpang yang meninggal tersebut rencananya akan terbang ke Tambolaka, NTT. "Menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan JT 1832," ujarnya.

Namun, sesampainya di bandara korban tiba-tiba pingsan. Petugas Angkasa Pura yang berada di sana pun segera memberi pertolongan kepada korban."Kami gunakan sejumlah alat safety yang ada di terminal domestik tersebut," ujarnya.

Meski sudah mendapat pertolongan pertama, korban tak kunjung sadarkan diri. Karena itu pihaknya kemudian membawa ke RSUP Sanglah. "Kami bawa korban menggunakan Airport Rescue and Air Fighting sekitar pukul 10.00 Wita," ujarnya.


Sumber: Floresa.co/tribun bali
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD