Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 21 Januari 2015

Setelah Pendekar Tongkat Emas Saatnya Saksikan Pendekar Pasola 2015


Pendekar Pasola di Pulau Sumba, NTT
Bagi yang sudah menyaksikan Film Pendekar Tongkat Emas yang mengambil lokasi shooting di Pulau Sumba, Waktunya untuk menyaksikan kegagahan para pendekar Pasola di Tahu 2015 ini. Pasola sendiri sudah menjadi atraksi populer yang tidak hanya dikenal di Indonesia namun juga sampai ke manca negara. Pasola merupakan tradisi perang-perangan di atas kuda satu-satunya yang hanya bisa dijumpai di Pulau Sumba, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
 
Secara etimologis, pasola berasal dari kata sola atau hola yang berarti lembing atau tombak. Kemudian kata dasar sola atau hola mendapat awalan pa yang berarti saling. Jadi kata pasola dapat diartikan sebagai saling menombak atau menyerang dengan lembing.

Dan secara terminoligis, pasola berarti permainan ketangkasan melemparkan lembing atau tombak yang tumpu] dari atas kuda ke arah “lawan” dalam rangkaian upacara tradisonal suku Sumba. Dahulu ritual ini dijalankan oleh masyarakat Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu namun dalam perkembangan jaman, Pasola sudah dijadikan bagian dari kebudayaan di Sumba

Tradisi pasola hanya diadakan di dua kabupaten di Pulau Sumba yaitu Kabupaten Sumba Barat Daya dan kabupaten Sumba Barat dan akan dilangsungkan di bulan februari dan maret setiap tahunnya bergantung dari penaggalan tradisonal Sumba

Di Kabupaten Sumba Barat Daya, Pasola dilangsungkan di 6 Lokasi yaitu Pasola Homba Kalayo Kecamatan Kodi Bangedo, Pasola Bando Kawango Kecamatan Kodi, Pasola Rara Winyo kecamatan Kodi, Pasola Ratenggaro Kecamatan Kodi Balaghar, Pasola Waiha Kecamatan Kodi Balaghar dan Pasola Wainyapu Kecamatan Kodi Balaghar.

Sementara untuk Kabupaten Sumba Barat pasola berlangsung di tiga tempat yaitu Pasola Lamboya, Pasola Wanokaka dan Pasola Gaura.


Prosesi Upacara

Upacara pasola selalu diawali dengan serangkaian prosesi adat penangkapan nyale sebagai wujud rasa syukur terhadap anugerah Tuhan yang melimpah seperti suksesnya panen.

Nyale adalah bahasa setempat untuk cacing laut yang apabila muncul dalam jumlah banyak di tepi pantai, maka ini merupakan pertanda baik buat masyarakat setempat. Kemunculan nyale merupakan lambang kemakmuran bagi masyarakat Sumba dan sekitarnya. Upacara penangkapan nyale dilaksanakan pada malam bulan pernama dan dipimpin oleh Para Rato , pemuka adat Sumba.

Setelah upacara penangkapan nyale sukses yang ditandai dengan banyaknya hasil tangkapan yang kemudian “disidangkan” di hadapan Para Rato, maka setelah itulah upacara pasola dapat dilaksanakan. Pasola dilaksanakan di lapangan yang luas sebagai “medan pertempuran” dan disaksikan oleh seluruh warga dan wisatawan baik lokal maupun internasional.

Setiap kelompok yang terlibat dalam pasola terdiri dari sekitari 100 orang pemuda bersenjatakan sola atau tombak  yang terbuat dari kayu berujung tumpul dan berdiameter kira-kira 1,5 cm. Kedua keompok pemuda tersebut saling berhadapa-hadapan dan saling menyerang layaknya sebuah peperangan sungguhan antara dua kelompok kesatria Sumba. Dalam pelaksanaannya, tradisi pasola tidak jarang memakan korban jiwa. Dalam kepercayaan Marapu, korban yang terjatuh merupakn orang yang mendaoatkan hukuman dari para Dewa karena telah melakukan dosa dan kesalahan dan darah yang tercucur dianggap dapat menandakan kesuburan tanah dan tanaman pada musim tanam mendatang.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD