Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 15 Januari 2015

Film Pendekar Tongkat Emas Menunjang Pengembangan Pariwisata Daerah

Tim Miles Film dan artis film PTE saat nonton bareng di waingapu, 9-10 Jan
Tulisan Oleh : Yudi Umbu T.T.Rawambaku, SE 
(PNS Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumba Timur – NTT)

Industri film memiliki dampak besar terhadap pengembangan industri pariwisata. Hal ini disampaikan oleh mantan Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif ibu Marie Elka Pangestu”. Pulau Sumba memiliki sektor pertanian, perkebunan dan peternakan yang menjadi andalan dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Berdasarkan eksplorasi dari beberapa sumber, timah dan emas akan menjadi komuditas utama bagi pertumbuhan ekonomi, namun disayangkan karena terjadinya kerusakan alam yang terdapat pada beberapa wilayah yang ada di pulau sumba, sektor pariwisatalah yang bisa diandalkan. Hadirnya Film Pendekar Tongkat Emas, nampaknya menjadi berkah tersendiri jika dimanfaatkan oleh Pemerintah, Masyarakat dan Stakeholders sebagai nilai jual bagi pulau ini sendiri.
 
Dengan menggunakan branding “Bumi Pendekar Tongkat Emas” yang secara historis di masa penjajahan Belanda ada keterkaitan erat dengan sistim pemerintahan yang diciptakan oleh Belanda pada jaman “Swapt Raja” yaitu pemerintah Belanda memberikan 8 (delapan) Tongkat Emas bagi raja-raja di setiap wilayah di pulau sumba bagian timur dan 10 (sepuluh) di sumba bagian barat. Tongkat Emas itu dalam bahasa Sumba bagian timur (Sumba Timur) disebut “Tokung”. Masih ada beberapa wilayah yang menyimpan barang peninggalan ini sebagai aset adat istiadat dan bersejarah.

Manusia dalam hidup selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan inspirasi dan motivasi untuk mencapai kepuasan terhadap apa yang didapatkannya dari suatu momen. Manusia belajar sejak lahir dan dilakukan secara terus-menerus selama merasa itu hidup, karena manusia disamping sebagai makhluk biologis manusia juga merupakan makhluk sosial dan budaya yang selalu berusaha berkembang kearah lebih baik. Semakin tinggi motivasi yang didapat maka semakin tinggi pula keberhasilan yang akan dicapai.

Film merupakan salah satu media yang bisa mempengaruhi penontonnya karena film merupakan bentuk produk seni dan mempunyai kekuatan mendalam untuk memberikan pengaruh secara psikologs. Kekuatan film terletak pada daya sugestifnya karena pada dasarnya film itu diciptakan berpangkal dari realitas masyarakat dan lingkungan. Hal tersebut sesuai dengan kekuatan film dalam merepresentasikan kehidupan sehingga mampu memuat nilai budaya masyarakat. Sadar tidak sadar, setelah menonton film akan ada kesan yang tertanam dalam memori orang tersebut. Kesan tersebut akan mengendap dari dalam diri orang yang bersangkutan, sampai akhirnya memberikan pengaruh kepada pola atau sikap mereka.

Dalam perkembangannya, Film Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan, kalau dulu film indonesia hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakatnya, kini telah mampu bersaing dengan film-film asing dan mendapatkan tempat dihati masyarakat, mulai dari ABG, remaja hingga dewasa. Dalam kurun waktu 1 dekade terakhir banyak sekali bermunculan beragam film yang mampu menyedot penonton hingga menunjukkan angka yang fantastis, mulai dari percintaan, persahabatan, petualangan, komedi, horor, pendidikan, kolosal sampai film yang mengekspose alam suatu wilayah.

Di mulai tahun 2002, film Indonesia yang sempat menarik perhatian khususnya remaja adalah “Ada Apa Dengan Cinta” atau “AADC” kemudian di ikuti dengan film-film lain yang masih berada pada tema percintaan seperti “Effel I’m in Love”, “Heart”, “Cinta Pertama” hingga film cinta yang berhaluan Islam yang dikarang oleh Habiburrahman El Shirazi seperti “Ayat-ayat Cinta”, “Ketika Cinta Bertasbih” dan sebagainya. Tidak hanya film bertemakan cinta, perhatian penonton pun tertuju kepada film yang bertemakan Pendidikan yaitu Film Laskar Pelangi yang dirilis pada tahun 2008 lalu serta film Laga Kolosal yaitu Film Pendekar Tongkat Emas yang dirilis pada tahun 2014 oleh Miles Film Production
.
Film ini merupakan film layar lebar bioskop yang menampilkan kembali tentang dunia persilatan yang telah lama hilang. Pembuatan film Pendekar Tongkat Emas ini, mengambil lokasi syuting di kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan lokasi-lokasi syuting di beberapa wilayah Kabupaten Sumba Timur seperti : kecamatan Matawai Lapawu, Desa Makamenggit Kecamatan Nggaha Ori Angu, Desa Mbata Kapidu Kecamatan Kota Waingapu, Desa Mondu dan Pantai Puru Kambera Kecamatan Kanatang, Pantai Watu Parunu Desa Lai Njanji Kecamatan Wulla Waijelu, Kecamatan Haharu, Pantai Walakiri Desa Laipori Kecamatan Pandawai, Kelurahan Maulumbi Kecamatan Kambera dan beberapa spot syuting lainnya. “Kuda-kuda sandlewood” (kuda asli Sumba) dan “kehidupan masyarakat adat” yang dipoles dalam suatu kehidupan dunia persilatan di masa silam serta nuasa alam Kabupaten Sumba Timur yang diekspose sehingga Film Pendekar Tongkat Emas ini mempunyai “ciri khas” dan identitas wilayah yang unik.

Industri film memiliki dampak besar terhadap pengembangan industri pariwisata. Hal ini disampaikan oleh mantan Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif ibu Marie Elka Pangestu saat memberikan kuliah umum di Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat pada tanggal 14 April 2014. Ibu Marie mencontohkan dampak film "Laskar Pelangi" yang diangkat dari novel populer Andrea Hirata terhadap pariwisata Bangka Belitung. Mengambil setting di Bangka Belitung, film ini berhasil meningkatkan angka kedatangan wisatawan ke Banka Belitung hingga 1.800 persen. "Ini membuktikan bahwa film memiliki dampak besar terhadap pariwisata suatu daerah," ungkapnya.

Promosi pariwisata sangat menentukan kemajuan tingkat pengunjung pada suatu tempat pariwisata. Juga berpengaruh bagi kelangsungan tempat pariwisata tersebut. Semakin tinggi angka pengunjung, semakin berhasil promosi pariwisata yang dilakukan dan berdampak pada peningkatan taraf kehidupan masyarakat sekitar.

Banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari tempat pariwisata dengan menjadi guide, berdagang, menawarkan penginapan, dan bentuk jasa lain yang dapat menaikkan taraf kehidupan masyarakat sekitar lokasi pariwisata. Semakin meningkat taraf kehidupan masyarakat sekitar lokasi pariwisata, semakin mapan pula pariwisata daerah tersebut. Promosi pariwisata pun terus berlanjut dan akan lebih kreatif sajian promosinya.

Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur, sejak dilakukaan pembuatan Film Pendekar Tongkat Emas oleh MILES Film Production dengan mengambil spot syuting di hampir sebagian wilayah kabupaten Sumba Timur pada Tahun 2014, mempengaruhi Tingkat Kunjungan Wisata ke Sumba Timur untuk Tahun 2014, yaitu terjadi kenaikkan yang cukup signifikan dimana untuk wisatawan manca negara (wisman) mengalami kenaikan sebesar 42 % dan untuk wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 63 % dari total kunjungan wisatawan manca negara dan wisatawan nusantara Tahun 2013. Tentunya tidak menutup kemungkinan bahwa kehadiran wisatawan – wisatawan tersebut dipengaruhi pula oleh keindahan alam, budaya dan obyek-obyek wisata serta kehidupan masyarakat adat yang unik dan memikat serta situasi dan kondisi Sumba Timur yang aman dan nyaman bagi mereka untuk berwisata. Di satu sisi, banyak diantara wisatawan yang datang berkunjung dengan berpedoman pada Paket Perjalanan Wisata Sumba Timur (East Sumba Tourism Trip Packages) yaitu City Tour, Eastern Trip, North Trip dan South West Trip.

Pengembangan Pariwisata Daerah terus ditingkatkan dan dikembangkan guna memperluas dan memeratakan kesempatan usaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, memperkaya kebudayaan dengan tetap mempertahankan kepribadian bangsa dan tetap terpeliharanya nilai-nilai agama, serta memperhatikan kelestarian fungsi dan mutu lingkungan hidup. Pengembangan pariwisata daerah juga diarahkan untuk mendorong pengembangan, pengenalan dan pemasaran produk-produk daerah. Terkait dengan hal tersebut pariwisata ditujukan sebagai sektor andalan yang mampu mengembangkan dan meningkatkan daya saing kepariwisataan serta sumber daya manusia dan peran serta masyarakat dan swasta.

Langkah-langkah stratregis yang perlu dilakukan dalam Pengembangan Pariwisata Daerah dalam mengimplementasikan dampak dari film Pendekar Tongkat Emas adalah dengan menciptakan suatu bentuk perjalanan wisata yang bertemakan dan bernuansa Film Pendekar Tongkat Emas seperti mengadakan suatu paket perjalanan wisata “Napak Tilas Pendekar Tongkat Emas” atau paket perjalanan lainnya yang mampu mendatangkan kunjungan wisatawan baik wisatawan manca negara dan wisatawan nusantara maupun wisatawan lokal. Tentunya dengan mengekspose lokasi-lokasi syuting film ini karena lokasi –lokasi tersebut sangat indah dan menakjubkan.

Salah satu faktor penentu masa depan Pariwisata adalah “Promosi”. Semoga di masa depan dengan promosi yang baik dan berkembang dengan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada, Sumba dapat menjadi ikon kepariwisataan dunia. Tidak hanya maju dengan Bali-nya saja, namun juga dapat membawa serta Sumba sebagai spot tourist yang berstandar internasional. Dengan majunya sektor pariwisata kita, diharapkan Nusa Tenggara Timur dan masyarakatnya dapat maju ke arah yang lebih positif.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD