Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 28 Januari 2015

Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan Unjuk Rasa Di Polres Sumba Barat

Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan melakukan aksi teaterikal di jalan saat unjuk rasa di waikabubak, Rabu (27/1)
Waikabubak - Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Lewa,Sumba Timur bersama PMKRI, GMKI, GMNI, Koalisi Perempuan Indonesia dan organisasi kemasyarakatan lainnya yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan melakukan unjuk rasa di Kepolisian Resort Sumba Barat, Waikabubak Rabu pagi (27/1/14) Tadi. Aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap pemerkosaan dan penganiayaan yang berujung meninggalnya mahasiswi STT Lewa, Yuniati Hanga (20).
 
Unjuk rasa Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan dimulai dengan long march dari depan Kantor Perwakilan Gereja Kristen Sumba (GKS). Para pengunjuk rasa melakukan orasi dan aksi  teaterikal di sepanjang  jalan hingga berakhir di depan Polres Sumba Barat. Pengunjuk rasa dengan tegas mengutuk pelaku peristiwa keji itu dan meminta kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas dan memberikan hukuman seberat-beratnya terhadap pelaku.

Para pengunjuk rasa kemudian diterima oleh Kapolres Sumba Barat, AKBP Yakub Dedy Karyawan. Pada kesempatan tersebut, Ketua STT Lewa, Pdt. Irene Umbu Lolo,S,Th membacakan dan menyerahkan pernyataan sikap terhadap apa yang menimpa alm. Yuniati Hanga. Pernyataan sikap tersebut di antaranya, mendesak pihak berwenang untuk mengusut tuntas dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku dan meminta pihak kepolisian untuk bekerja secara objektif dan transparan  serta  tidak terprovokasi dalam mengungkap kasus tersebut. Pengunjuk rasa juga meminta semua pihak terutama kepolisian untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan pengawasan dan penertiban yang lebih intensif terhadap segala hal yang berkaitan dengan angkutan, minuman keras, dan penggunaan benda tajam.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Yakub dalam pernyataannya menerima semua pernyataan sikap tersebut . “Kami dari pihak kepolisian menerima semua pernyataan sikap ini, Kami akan melakukan berbagai hal agar kasus ini tuntas dan pelakunya diberi ganjaran sesuai dengan hukum yang berlaku,” tandasnya. 

Para pengunjuk rasa saat berdialog bersama Kapolres Sumba Barat
AKBP Yakub juga menyatakan bahwa pelaku untuk saat ini sedang ditahan di Ruang Tahanan Polres Sumba Barat sementara menantikan waktu untuk melimpahkannya ke pihak kejaksaan.

penyidik Polres Sumba Barat yang menangani kasus ini, telah menjerat tersangka dengan pasal berlapis, yakni pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan, dan pasal 55 tentang Perbuatan Turut Serta, melakukan pembunuhan dan pemerkosaan. Mereka pun terancam dihukum penjara maksimal 20 tahun. Dan, walaupun secara lisan, hasil outopsi dokter forensic Biddokkkes Polda NTT terhadap jenazah korban telah diketahui, namun penyidik masih menuggu hasil tertulis.

Yuniati Hanga adalah mahasiswi Semester di STT Lewa yang  ditemukan tewas di pinggir jalan Trans Sumba di Hutan Langaliru, Padira Tana, Kecamatan Umbu Ratunggai, Kabupaten Sumba Tengah, Minggu (18/1/2015). Yuniati Haga diduga dibunuh oleh sopir, kondektur dan dua penumpang bus Arwana, semuanya berjumlah enam orang warga Kodi, Sumba Barat Daya (SBD). Enam w.elaku adalah YK (sopir), TL (sopir cadangan), YNM (kondektur 1), OK (kondektur 2), PW (penumpang) dan PPL (penumpang). Sebelum dibunuh, korban diperkosa secara bergilir. (kontri.as)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD