Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Sabtu, 20 Desember 2014

Pesona Pulau Sumba, NTT Dalam Film Pendekar Tongkat Emas

Sumba - Indonesia punya kekayaan alam yang sangat besar, mulai dari lautan hingga daratan. Pemandangan alam di Indonesia juga tak kalah lho dengan alam di luar negeri. Keindahan alam Indonesia juga sering kali digunakan sebagai latar belakang sejumlah film layar lebar. Salah satunya adalah keindahan Pulau Sumba. Tahukah kamu, di mana Pulau Sumba?
Pulau Sumba merupakan sebuah pulau yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau Sumba termasuk ke dalam Kepulauan Nusa Tenggara atau Kepulauan Sunda Kecil. Pulau Sumba ini berbatasan dengan Sumbawa di sebelah barat laut. Kemudian di sebelah timur laut, Pulau Sumba berbatasan dengan Flores. Lalu berbatasan pula dengan Timor di arah timur dan Australia di bagian selatan dan tenggara. Hayoo…coba cari tahu di peta, di bagian mana Pulau Sumba itu?


Dunia Antah Berantah di Pulau Sumba

Nah, kamu sudah tahu di mana letak Pulau Sumba itu. Ternyata, Pulau Sumba yang terletak di bagian timur Indonesia ini menyimpan keindahan alam yang mengagumkan lho. Indahnya alam inilah yang membuat Kak Mira Lesmana dan kawan-kawan dari Miles Film jatuh hati. Ya, seperti film layar lebar karya Miles Film lainnya, untuk pembuatan film Pendekar Tongkat Emas Miles Film masih ingin mengangkat keindahan alam Indonesia. Sebelumnya, Miles Film pernah mengangkat keindahan Pulau Belitung dalam film Laskar Pelangi.

Menurut Kak Mira, tidak ada yang bisa menandingi keindahan Pulau Sumba untuk menunjukkan dunia antah berantah. “Saya memang sudah melirik dari buku dan mendengar cerita. Akhirnya dari tahun 2012 akhir kami melihat ke daerah Sumba, apakah cocok atau tidak. Setelah melihat Sumba Timur, saya yakin banget tidak ada pilihan lain,” kata Kak Mira di Jakarta beberapa waktu lalu.

Keindahan alam Pulau Sumba memang terasa ketika menonton film Pendekar Tongkat Emas yang akan ditayangkan di bioskop pada 18 Desember ini. Di pulau ini kamu bisa melihat bentangan sabana berbukit yang hijau atau berwarna kuning karena mengering. Ditambah pula langit-langit yang berwarna biru cerah dengan sinar matahari yang melimpah. Berbeda sekali dengan langit Jakarta yang penuh polusi. Ditampilkan pula keindahan gunung, danau, tebing di pinggir pantai yang unik, hingga lautan.

Meskipun sulit, syuting pembuatan film PTE di Pulau Sumba pun tetap dilanjutkan. Proses syuting butuh waktu selama 3 bulan, mulai bulan April hingga Juni 2014. Banyak tantangan yang harus dihadapi para kru dan pemain film ini. Mulai dari medan yang sulit dijangkau karena tidak adanya akses kendaraan menuju lokasi. Salah satu lokasinya di sebuah lembah. Kemudian pembangunan set yang sulit karena material bangunan yang harus dicari dan digotong menelusuri lereng hingga cuaca yang panas. Cuaca panas yang menyengat ini bahkan berdampak pada para pemain meskipun sudah tinggal di sana selama 10 hari. “Haus, keringat keluar, dehidrasi,” kata Kak Nicholas Saputra yang berperan sebagai Elang. 


Angkat Budaya Pulau Sumba
Tidak hanya keindahan alamnya saja yang diangkat ke dalam film laga ini. Keunikan budaya di Pulau Sumba pun menjadi bagian dalam film. Budaya masyarakat Pulau Sumba terlihat dari pakaian yang digunakan para aktor dan aktris di film ini. “Pakaian yang dipakai terinspirasi dari tenun ikat,” kata Kak Mira.

Selain itu, musik yang menjadi latar belakang film pun dibuat seperti musik khas Sumba. Musiknya sendiri diciptakan oleh komposer terkenal Indonesia, yaitu Erwin Gutawa. “Erwin Gutawa lebih banyak memilih not khas Sumba dan daerah timur NTT. Justru itulah yang menarik, kenapa saya memilih daerah timur. Banyak orang Indonesia yang tidak tahu ‘suara timur’ atau ‘bentuk timur’ karena dianggap sebagai sesuatu yang jauh dan tidak pernah diberikan fokus. Suara sasando, alat musik dari timur, menjadi inspirasi Erwin Gutawa yang digunakan di orkestranya. Teriakan perempuan dalam film ini juga sangat khas Sumba Timur,” cerita Kak Mira.

Warga Sumba Ikut Serta

Selain budaya, Miles Film juga memberdayakan masyarakat setempat untuk ikut serta dalam film. Ada sekitar 400 orang lebih yang ikut serta dalam film. Tugas mereka pun beragam. Ada yang membantu sebagai pemeran ekstra, asisten kostum, asisten make up, kru, hingga katering. “Mereka itu sangat excited. Dari awal, masyarakat di sana pun sangat terbuka. Bupatinya selalu menyosialisasikan kalau bakalan ada syuting di sana,” cerita Kak Mira.

Warga setempat juga ikut diberdayakan untuk berpartisipasi dalam pembuatan film.

Menurut cerita Kak Mira, penduduk setempat sangat senang dan gembira. Dengan adanya film ini, mereka bisa memberi tahu kepada semua orang di mana Pulau Sumba. Karena, banyak yang menganggap Pulau Sumba sama dengan Pulau Sumbawa. Nah, teman-teman, jangan sampai tertukar ya, dengan Pulau Sumbawa. Karena, Pulau Sumbawa itu terletak di Nusa Tenggara Barat dan berbeda dengan Pulau Sumba yang ada di Nusa Tenggara Timur ini. (LIS/FOTO: Istimewa)

Sumber: berani.co.id
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD