Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 16 November 2014

Di Sumba, Anak Dibawah Umur Dipekerjakan Jadi Buruh Proyek

Jakarta – Maraknya anak putus sekolah dan minimnya sosialisasi pendidikan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan anak dibawah umur harus rela dipekerjakan sebagai buruh bangunan. Pekerjaan yang biasa dilakukan orang dewasa pun mereka lakukan seperti mengangkut batu dan pasir di lokasi proyek dengan alasan membantu orang tua mencari nafkah.
 
“Melihat keadaan ini, sepertinya anak-anak ini telah hilang haknya untuk belajar dan menuntut ilmu di bangku sekolah karena mereka bekerja untuk mencari nafkah”, jelas Ronald Ardian, pemerhati sosial Kabupaten Sumba Timur

Hal senada juga diungkapkan staf Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumba Timur, Melce Lomi. Terkait maraknya anak dibawah umur yang dipekerjakan sebagai buruh proyek, LPA sangat prihatin dengan kondisi dan permasalahan mereka.

“Ini kan sudah jelas dalam UU perlindungan anak yang tercantum dalam pasal 21 dan 22, bahwa negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menghormati dan menjamin hak asasi setiap anak tanpa membedakan suku, agama, ras, atau golongan dan memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan perlindungan anak”, ungkapnya

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Sumba Timur, Hapu Mbendju, ketika ditemui diruang kerjanya Senin, (3/11) mengatakan, anak dibawah umur yang dipekerjakan sebagai buruh bangunan adalah hal yang tidak wajar, sebab anak tersebut masih dalam asuhan, dipelihara, dididik dan dilindungi, sehingga orangtua berkewajiban bertanggung jawab penuh terhadap anak.

“Untuk mengantisipasi pekerja anak ini, kami sedang merancang program untuk pengurangan pekerja anak, seperti program dari pusat yaitu program pengurangan pekerja anak-program keluarga harapan (PPA-PKH), ini program dari pusat tahun 2014, ada sekitar 150 orang anak yang dibina dalam 5 selter dengan 5 orang tutor dan 15 pendamping, Nah…, program ini sangat membantu pekerja anak tentunya” ulas Hapu.

Hapu berharap, permasalahan ini bukan hanya peran pemerintah saja tapi peran serta masyarakat dan semua stage holder yang peduli dengan anak-anak juga diharapkan bisa membantu meminimalisir pekerja anak.

“kita harapkan anak-anak ini tidak putus sekolah dan bisa melanjutkan pendidikan untuk memperbaiki masa depannya” pungkasnya

sumber: sbsinews
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD