Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 22 Oktober 2014

Tewas Di Kamar Kos, Diduga Joyeti Dianiaya

Joyeti Snae, siswa kelas X SMAN 1 Waingapu terbujur kaku di kamar kos ditunggui kakaknya, Yoel Snae yang juga anggota Polres Sumba Timur, Senin (20/10)
Waingapu - Joyeti Snae (17), siswa kelas X SMAN 1 Waingapu ditemukan tewas di kamar kos milik Talo Djami, warga Kelurahan Hambala Kecamatan Kota Waingapu, Senin (20/10) sekira pukul 07.00 Wita. Ada dugaan, Joyeti tewas akibat penganiayaan, namun karena keluarga korban menolak dilakukan visum et repertum oleh RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, polisi kesulitan mengungkap penyebab tewasnya Joyeti.

Dugaan penyebab tewasnya Joyeti akibat penganiayaan ditandai dengan adanya lebam dan luka di bagian kelopak mata kanan, dagu kiri dan kanan, hidung, mulut, punggung dan kemaluan korban.

Talo Djami, Senin kemarin mengungkapkan, kamar kos tersebut disewakannya kepada Yoel Snae yang adalah kakak korban dan berprofesi sebagai anggota polisi dan bertugas di Polres Sumba Timur.
Kapolres Sumba Timur AKBP Supiyanto melalui pesan blackberry messenger (BBM) mengaku, penyelidikan kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi.

Sementara itu, Yoel Snae yang ditemui di kamar kos tempat mayat Joyeti disemayamkan kembali membantah indikasi penganiayaan dibalik kematian Joyeti. Menurut Yoel, Minggu (19/10) malam sekira pukul 18.00 Wita, Joyeti pulang dari mencari gurunya untuk les mata pelajaran dan tidak ada tanda-tanda bila adiknya dianiaya orang.

"Dia tiba di kos dengan kondisi yang sehat-sehat saja dan tidak ada tanda-tanda dia dianiaya orang," jelasnya.
Dikatakan, setelah Joyeti tiba di kamar kos tersebut, bersama salah seorang adiknya yang masih duduk di bangku SMP, merekapun tidur.

"Tapi sewaktu pagi hari ketika ingin membangunkan Joyeti untuk berangkat ke sekolah saya kaget tubuhnya sudah dipenuhi oleh semut. Setelah diperiksa tubuhnya sudah tidak bergerak lagi dan kaku. Disitu saya yakin bahwa Joyeti sudah meninggal dunia.

Besok (Selasa, red) pukul 09.00 Wita, mayat Joyeti saya bawa ke Kupang menggunakan pesawat NAM Air. Keluarga di Kupang tidak mau mayat Joyeti diotopsi dan lebih menyerahkannya pada kehendak Tuhan. Joyeti ikut saya di Waingapu dari kecil," paparnya.

Terkait lebam dan luka di beberapa bagian tubuh Joyeti, Yoel menduga akibat terjatuh di lantai kamar kosnya sebelum tewas. "Kalau di bagian punggung karena digigit semut," tambahnya. (jun/ays)



Sumber: timorexpress
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD