Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 09 Oktober 2014

Salah Satu Tersangka Pembunuhan Berstatus Guru SD

Kapolres Sumba Barat, AKBP M Ischaq Said, menunjukkan pada Kapolda Brigjen Pol Endang Sunjaya dan Bupati SBD, Markus Dairo Talu (tengah) tempat tergeletaknya salah satu korban pembunuhan di kampung Wee Redapa Desa Tena Teke Kecamatan Wewewa selatan.
Tambolaka - Otak dibalik pembunuhan sadir terhadap tiga warga Desa Tena Teke, Kecamatan wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) terungkap. Pihak Polres Sumba Barat mengungkap, jumlah tersangkanya 12 orang, satu diantaranya adalah Oktavianus Saingo Builu, seorang PNS, guru di SD Negeri Tana Maringi.


Sementara itu, situasi di SBD, khususnya di dua wilayah yang bertikai, hingga kemarin mulai kondusif. Namun di beberapa sudut tempat, masih nampak puluhan anggota Brimob Kompi Sub Den A SBD serta Dalmas Polres Sumba Barat yang berjaga-jaga. Tak mau kecolongan lagi, Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya, sejak Selasa petang, bermalam di Tambolaka. Dan, Rabu (8/10). Kapolda Endang Sunjaya didampingi Kapolres Sumba Barat, AKBP M. Ischaq Said bersama bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu turun ke tempat kejadian perkara untuk melihat situasi dan kondisi yang sebenarnya.

Rombongan tiba di lokasi kejadian pada pukul 07.30 WITA dikawal satuan Brimob dan Dalmas. Setibanya di rumah duka, ratusan keluarga dan kerabat tiga korban pembunuhan sadis sudah berkumpul untuk menantikan persiapan pemakaman ketiga korban tersebut. Orang tua korban Bili Bale serta istri alm. Yusak Lende Bili dan Soleman Bulu Dama yakni Rosalina Linda Kadi dan Mariana Lero Kaka nampak menyambut rombongan.

Beberapa saat kemudian, Kapolda menyerahkan memberikan kemanusiaan kepada orang tua korban untuk membantu meringankan biaya pemakaman. Orang tua korban pun membalasnya secara adat sebagai tanda penghargaan dan ucapan terima kasih atas kunjungan Kapolda NTT di rumah duka korban. Ketika didaulat memberikan penguatan, Kapolda Endang Sunjaya menghimbau masyarakat untuk tenang, serta menyerahkan semua proses hukum ke aparat kepolisian. "Keluarga dan masyarakat agar jangan memprovokasi keadaan dengan berbagai isu. Serahkan kepada kami untuk menindak sesuai aturan hukum yang berlaku sesuai,"tegasnya sembari berjanji akan berusaha maksimal untuk menyelesaikan sampai tuntas kasus itu. Dia juga meminta agar kasus ini menjadi pelajaran bagi siapa saja.

Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu di tempat yang sama menghimbau kepada keluarga korban untuk tetap menahan hati dan tidak mudah terprovokasi agar tidak ada lagi korban yang jatuh.

Bupati Markus yang akrab disapa MDT ini meminta kepada masyarakat maupun pemerintah setempat agar apabila ada permasalahan, langsung melaporkan kepadanya untuk diselesaikan secara kekeluargaan, bukan dengan cara kekerasan. 

"Karena kita semua adalah saudara, tidak boleh saling menyakiti. Saya tidak ingin kasus seperti ini terulang lagi di SBD,"pinta MDT sembari berjanji dalam waktu dekat segera mengumpulkan seluruh kepala desa untuk diberikan  pemahaman agar kasus seperti ini tidak boleh terjadi lagi di daerah lain.

Kapolres Sumba Barat AKBP M. Ischaq Said mengatakan hingga saat ini jumlah tersangka bertambah dua lagi menjadi 12 orang sesuai bukti-bukti dan pengakuan para tersangka yang sudah diamankan. Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mencari tersangka lainnya.

"Saya juga minta kepada masyarakat, agar jika menemukan ada anggota polisi yang nakal dan bertindak diluar aturan, tidak usah segan-segan menelpon saya agar anggota tersebut ditindak, tetapi harus berdasar fakta,"kata Ischaq.

Survei Lahan Polres SBD
Usai melakukan kunjungan di rumah duka serta melihat lokasi TKP, Kapolda bersama Bupati SBD meninjau lahan untuk Polres SBD yang terletak di Poma, Desa Kadi Pada Kecamatan Kota Tambolaka. 

Adapun luas lahan Polres SBD yaitu 52.722 M2 dan berdampingan dengan kantor KPU SBD. Kapolda Endang Sunjaya berterima kasih kepada Pemkab SBD yang sudah menyediakan lahan polres yang sangat luas. "Saya segera berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk turun langsung melihat lahan agar tahun 2015 sudah bisa dibangun karena kabupaten Sumba Barat Daya harus mempunyai Polres sendiri," kata Brigjen Sunjaya.

Bupati SBD, Markus Dairo Talu sangat berharap segera terbentuknya Polres SBD agar bisa meminimalisir terjadinya pelanggaran hukum. (kr-12/boy)


Sumber: timorexpress.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD