Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 31 Oktober 2014

Pimpinan DPRD SBD Definitif Dilantik

Tambolaka - Wakil Ketua Pengadilan Negeri Waikabubak, Sarlota Suek, secara resmi mengambil sumpah/janji tiga pimpinan DPRD Kabuapten Sumba Barat Daya masa jabatan 2014-2019. Pengambilan sumpah/janji dilaksanakan di ruang sidang utama lantai dua gedung DPRD Sumba Barat Daya (SBD), Rabu (29/10).
 
Ketiga pimpinan DPRD SBD yaitu Ketua Yosep Malo Lede dari PDIP, Wakil Ketua Timotius Rina dari Partai Golkar dan Benyamin Tako dari Partai Nasdem. Ketiga pimpinan DPRD SBD saat diambil sumpah janji  didampingi oleh Pendeta GKS Mata dan Pastor Paroki Kerobo.

Turut hadir dalam acara pengambilan sumpah/janji pimpinan DPRD Kabupaten SBD antaranya Bupati dan Wakil Bupati SBD, pimpinan SKPD, Kapolres Sumba Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Waikabubak, Perwakilan dari Kodim, Bupati Sumba Tengah, Ketua DPRD Sumba Tengah serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Rapat paripurna dipimpin Ketua Sementara DPRD SBD, Budi Radu Holo dan setelah pimpinan definitif dilantik rapat paripurna istimewa dipimpin Ketua DPRD, Yosep Malo Lede beserta kedua wakil ketua DPRD SBD.

Ketua Sementara DPRD SBD, Budi Radu Holo mengharapkan dengan adanya pimpinan DPRD SBD yang baru, benar-benar membela kepentingan rakyat, membela kebenaran dan keadilan karena ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh dewan yang baru yang selama ini masih terkatung-katung karena belum adanya alat kelengkapan dewan.

"Saya menitipkan pesan kepada pimpinan dewan yang baru untuk bekerja keras memperjuangkan kepentingan masyarakat dan rakyat kecil yang ada di Sumba Barat Daya ini," ungkap Budi.
Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, Yosep Malo Lede dalam sambutannya mengungkapkan, sumpah jabatan bukanlah suatu hal yang rutinitas belaka, tetapi ada komitmen moral yang wajib hukumnya dilakukan oleh pimpinan dan anggota DPRD, sehingga tidak boleh main-main dengan sumpah jabatan karena mempunyai pertanggujawaban kepada masyarakat sebagai sebuah konsekwensi yang harus dipenuhi.

"Kita harus membela kepentingan rakyat dan masyarakat yang memberikan mandat kepada setiap anggota dewan," kata Yosep.
Yosep menambakan, ada beberapa agenda besar yang harus diselesaikan, namun waktu sangat terbatas untuk membahas beberapa agenda penting yaitu LKPj Bupati tahun 2013 laporan semester satu anggaran perubahan tahun 2014 dan anggaran murni.

"Sehingga saya minta pemerintah daerah untuk mempersiapkan beberapa hal yang berkaitan dengan agenda tersebut diatas dengan waktu yang sangat mepet ini. DPRD siap membangun komunikasi dengan siapapun terutama Pemerintah SBD. Mari kita saling bergandengan tangan untuk membangun Sumba Barat Daya kita. Jangan habiskan tenaga dan kekuatan kita hanya untuk memecah belah daerah ini. Kita harus utamakan kepentingan rakyat dan masyarakat menuju lodaweemaringi padaweemala," harap Yosep.

Yosep mengatakan, jadikan DPRD sebagai sobat dan keluarga, karena anggota DPRD adalah mitra pemerintah sesuai dengan Undang-undang Nomor 23/2014 bahwa DPRD adalah pejabat daerah, sehingga setiap pengeluaran satu rupiah pun wajib hukumnya DPRD mengetahui. Karena selama ini sudah banyak catatan dan bukti yang DPRD pegang.

Sementara, Bupati SBD, Markus Dairo Talu atas nama Pemerintah Sumba Barat Daya mengucapkan profisiat kepada pimpinan DPRD SBD yang baru dilantik sebagai mitra pemerintah. Ia mengajak untuk saling bergandengan tangan satu sama lain karena kemajuan daerah bukan tanggung jawab pemerinatah saja, tetapi semua komponen yang ada didaerah.

Bupati Markus mengatakan, pemerintah akan membangun komunikasi yang baik dengan DPRD sebagai mitra pemerintah untuk kemajuan daerah. "Karena saat ini kita harus bersatu kembali. Kita lupakan semua perbedaan politik, kita tinggalkan kepentingan kelompok tetapi kita saling bergandengan tangan untuk memikirkn nasib dan kepentingan masyarakat Sumba Barat Daya," kata Markus.

Markus meminta kepada seluruh komponen serta seluruh masyarakat untuk sama-sama bekerja keras mendukung program-program Pemerintah Sumba Barat Daya melalui program revolusi pertanian untuk mencapai kedaulatan pangan. Karena 90 persen penduduk SBD adalah petani, sehingga harus bekerja keras mencapai program tersebut untuk mencapai program revolusi pertanian yang didengung-dengungkan bersama. (kr12/ays)

sumber:timorexpress
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD