Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 20 Oktober 2014

Empat Kabupaten Di Pulau Sumba Langka BBM

Antrean kendaraan di salah satu SPBU di Kota Tambolaka, SBD
Waikabubak - Sejak dua minggu terakhir, antrean panjang kendaraan bermotor beragam jenis menjadi pemandangan biasa pada sejumlah SPBU di empat kabupaten di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). BBM jenis solar seakan-akan hilang dari SPBU sehingga sulit diperoleh warga Kabupatern Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya (SBD.
 
Warga yang hendak mendapatkan BBM tidak hanya harus menunggu berjam-jam, bahkan ada yang harus menginap bersama kendaraannya di setiap SPBU yang mengantre hingga 3 km.

“BBM jenis solar sudah dua minggu terakhir sulit didapati. Jika hal ini terus terjadi maka perekonomian masyarakat akan terganggu,” kata salah seorang sopir, Oktavianus Lamba Andung, saat mengantre solar SPBU di kota Waikabubak, Minggu, (19/10).

Sebagian warga yang paling merasakan dampak dari kelangkaan BBM jenis solar saat ini adalah para nelayan, para petani yang menggunakan traktor, angkutan truk yang mengakut kebutuhan sembilan bahan pokok untuk empat kabupaten di pulau Sumba. “Jika pemerintah lambat menangani kasus tersebut,  masyarakatlah yang menderita,” kata, Okta.

Sementara itu, petugas di SPBU di Waikabubak, yang tidak mau namanya disebut menjelaskan,  keterbatasan pasokan BBM  telah terasa sejak dua minggu terakhir. “Sudah dua minggu. Mungkin  Pertamina stoknya kurang. Kami juga sudah berusaha tidak layani pengisian dengan jerigen,” kata petugas SPBU di Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Pemerintah daerah diminta segera melakukan koordinasi dengan  Pertamina setempat yang mengurangi suplai BBM solar ke setiap SPBU di empat kabupaten di Pulau Sumba NTT. “Jangan saling melemparkan kesalahan atau mencari kambing hitam, sebab rakyat dalam kepanikan serta menjadi korban kebijakan itu,” jelasnya.

Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU Matawai, Dato Alwi Algadri mengatakan Stok BBM di Depot Pertamina Waingapu terbatas akibatnya tidak semua SPBU yang ada mendapat jatah BBM sesuai permintaan.

“Bukti kemarin kita tidak dapat solar sedangkan SPBU Lotus dan Kambaniru dapat hari ini kita dapat 8.000 liter, Lotus tidak dapat,” Kata Dato Alwi Algadri kepada wartawan.

Lanjut Dato, biasanya tiap hari SPBU Matawai meminta 16.000 liter tetapi saat sekarang yang diberikan oleh pertamina hanya 8.000 liter solar saja.

Pembatasan BBM jenis solar, kata Dato, karena tiap hari hanya dijatah 8.000 liter solar maka pihak SPBU Matawai mengambil kebijakan untuk masing-masing truck mendapat 50 liter sedangkan untuk bus umum bisa diisi penuh tengki.

Untuk kendaraan proyek seharusnya tidak antre untuk mendapatkan solar subsidi. Untuk perusahan yang melaksanakan pekerjaan proyek di Waingapu pihaknya tidak mau melayani pemebelian solar bersubsidi, mereka harus membeli solar nonsubsidi di SPBU yang telah disiapkan.

Dari pantauan, untuk mendapatkan solar, para sopir kendaraan roda empat yang mengantri kendarannya sejak malam di disetiap SPBU.

Sumber: beritasatu
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD