Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 07 Oktober 2014

Dipicu Masalah Lahan, Tiga Orang Tewas Dibantai Di Wewewa Selatan

Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu saat berada di lokasi kejadian
Tambolaka - Permasalahan lahan dan perbatasan tanah yang belum diselesaikan di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), menyebabkan bentrok yang berbuntut pada dibantainya tiga warga. Senin (6/1) kemarin, sekitar pukul 07.30 Wita tiga orang warga Desa Tena Teke Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten SBD tewas dibunuh oleh warga kampung sebelah, yakni kampung Wee Redaba karena saling serang.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih belum memastikan identitas ketiga warga yang tewas itu. Hanya mereka membenarkan bahwa kasus itu menewaskan tiga warga. Informasi yang dihimpun koran ini, kemarin di tempat kejadian perkara, menyebutkan bahwa kedua kampung yang saling serang adalah Kampung Puukawaraka dengan Kampung Wee Redaba. Kejadian berawal dari paman korban terluka ditebas oleh tetangga kampung Weemaliti Kemarhari, Minggu (5/10) sekitar pukul 07.30 Wita. Karena tidak puas, maka ketiga korban langsung melakukan penyerangan ke kampung Wee Redaba.

Warga kampung sebelah pun sudah siaga, sehingga terjadilah saling perang dan ketiga korban tewas seketika di kampung Wee Redaba, dibunuh dengan parang dan tombak oleh warga kampung Wee Redaba. Kapolsek Wewewa Selatan, AKP Husen Jafar kepada koran ini di lokasi Kejadian, ketika dikonfirmasi mengungkapkan bahwa kasus ini murni karena permasalahan tanah. Dan pada hari Minggu kemarin, salah satu keluarga korban dari kampung Puu Kawaraka sudah melaporkan konflik lahan ke Polsek Wewewa Selatan dan rencananya Senin kemarin polisi akan memanggil kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Namun tadi pagi (kemarin) sekitar pukul 09.00 kami mendapat informasi tentang adanya pembunuhan di kampung Wee Redaba sehingga saya bersama anggota langsung turun ke TKP dan ketika kami tiba, ketiga orang sudah tewas terbunuh dan seluruh warga kampung Wee Redaba sudah mengungsi ke kampung lain karena ketakutan adanya penyerangan susulan,"ujar Husen.

Kapolres Sumba Barat AKBP M. Ischaq Said yang langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, sampai saat ini baru satu orang tersangka yang menyerahkan diri di Polsek Wewewa Selatan. Sayang, dia tidak merinci siapa nama warga yang menjadi tersangka. "Tersangka datang membawa serta senjata tajam yang dipakai membunuh berupa parang sebanyak tiga batang. Polisi sedang melakukan olah TKP untuk mencari dan menangkap para tersangka lainnya," kata Ischaq.

Terkait kasus tersebut, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan siapapun yang bersalah dan melanggar hukum harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. "Oleh karena itu saya menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui pelaku pembunuhan untuk segera memberikan informasi dan melaporkan kepada Kepolisian untuk dilakukan penangkapan," tegas Kapolres Ischaq.

Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu yang juga ke lokasi kejadian menghimbau kepada kedua warga kampung untuk tidak saling serang lagi. "Saya meminta agar kedua pihak saling menahan hati dan emosi agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan. Seluruh pelaku kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk proses sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Markus Dairo Talu yang kerab diinisialkan MDT itu.

Kepada masyarakat, selain dihimbau tenang, juga diminta untuk kedepan, jika ada masalah, warga agar menelfon langsung bupati dan diselesaikan secara kekeluargaan, bukan dengan kekerasan. "Tidak boleh lagi ada korban pembunuhan karena kita semua bersaudara. Tidak boleh saling menyakiti apalagi saling membunuh," pinta Markus. 

Wakil Ketua DPRD SBD Dapil Wewewa Barat dan Wewewa Selatan, Timotius Rina mengungkapkan penyesalannya atas peristiwa tersebut. Terkait kasus itu, dia menyerahkannya kepada kepolisian untuk diproses hukum. Kepala Badan Kesehatan Bangsal Polisi Sumba Barat Daya, Alex Samba Kodi menegaskan kasus pembunuhan yang terjadi di Kampung Weeredaba Desa Tena Teke Kecamatan Wewewa Selatan murni permasalahan tanah dan bukan permasalahan politik. Hingga berita ini diturunkan, puluhan anggota Dalmas Polres Sumba Barat, Anggota Kompi Brimob Sub Den A Sumba Barat Daya dan anggota Polisi Pamong Praja sedang berjaga di lokasi agar tidak terjadi aksi susulan antara kedua kampung. (kr-24/boy)

Sumber: timorexpress.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD