Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 05 Oktober 2014

Dindikasikan Perdagangan Anak, Polda Jateng Ambil Alih Kasus TKW Asal Sumba

Para TKW asal Sumba saat melarikan diri dari penampungan ke Mapolsek Semarang Barat Sabtu (27/9)
Semarang - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) mengambil alih kasus kaburnya sejumlah calon tenaga kerja wanita (TKW) asal Sumba, Nusa Tenggara Timur dari PT Graha Indra Wahana Perkasa di Jalan Sri Rejeki nomor 30, Semarang Barat, Selasa (30/9) lalu.

Langkah tersebut dilakukan karena polisi menduga ada indikasi perdagangan anak lewat modus memalsukan data usia sejumlah TKW.

"Ada TKW, saya tidak sebut berapa jumlahnya, yang mengaku kepada polisi bila usianya kurang dari 18 tahun. Itu tentu saja melanggar aturan dan tergolong memperdagangan anak di bawah umur," kata Kasubdit Remaja Anak dan Wanita (Renata) Ditreskrimum Polda Jateng, AKBP Susilowati, Kamis (02/09/2014).

Susilowati menjelaskan, pengakuan sejumlah TKW tersebut didapatkan pihak kepolisian secara lisan. Rencananya, penyidik akan memintai keterangan secara tertulis lewat berita acara pemeriksaan (BAP) kepada TKW mulai Jumat (02/09/2014). Untuk mengetahui data riil para TKW yang kebanyakan berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), jajaran Polda Jateng menjalin kerjasama dengan Polda NTT. Petugas akan mengumpulkan kartu keluarga (KK), akte kelahiran, ijazah sekolah, dan dokumen milik para TKW.

"Dari Polda NTT sedang mencari data usia dan asal usul TKW di kampung halaman masing-masing. Data ini nantinya akan dibandingkan dengan data yang diperoleh atau terdapat pada PT Graha Indra Wahana Perkasa. Dugaan sementara memang ada pemalsuan dokumen terkait usia," terangnya.


Terancam Ditutup

Dari hasil informasi yang dihimpun, dari puluhan calon TKW itu ada beberapa yang diketahui tidak sesuai dengan umur yang ada di dokumen perusahaan. Dalam artian, mereka masih di bawah umur dan belum boleh diijinkan untuk menjadi tenaga kerja di luar negeri.

”Akan kami cek termasuk memeriksa data asli di kampung halaman mereka baik melalui KTP, kartu keluarga (KK) hingga ijazah. Kami akan berkordinasi dengan Polda NTT dan dinas terkait, kalau memungkinkan kami akan terbang ke NTT untuk mencari data,” katanya.

Susilowati membeberkan, kalau saat pengecekan itu dilakukan dan ditemukan pemalsuan data atau umur, maka bisa dimungkinkan kasus tersebut sudah masuk ke ranah perdagangan anak. ”Satu saja terbukti di bawah umur, perusahaan kemungkinan langsung ditutup. Sudah ada undang-undang yang mengatur dan kami akan bertindak sesuai prosedur,” ungkapnya.

Untuk saat ini, lanjut dia, puluhan calon TKW tersebut masih berada dalam perlindungan Dinsosnakertans Jawa Tengah. Adapun untuk kebutuhan logistik sudah ditanggung oleh dinas yang bertanggungjawab.

Diberitakan sebelumnya, kepolisian kembali mendatangi lokasi penampungan calon TKW milik PT Graha Indrawahana Perkasa di Jalan Sri Rejeki nomor 30, Semarang Barat, Selasa (30/9) sore.
Tim gabungan dari Polsek Semarang Barat, Polrestabes Semarang, Polda Jateng, dan BNP2TKI ini meninjau lokasi penampungan para calon TKW.

Mereka meninjau seluruh ruangan yang ada di gedung berbentuk ruko tiga jajar berwarna merah tersebut. Selain itu, para penghuni rumah penampungan juga dimintai keterangan terkait identitas dan aktifitas selama di penampungan.​


Sumber: humas.polri.go.id
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD