Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 09 Oktober 2014

Cabuli Bocal Asal Wewewa Di Waingapu, Kakek Kornelis Dihakimi Warga

Kornelis Bali Ate (kanan) pelaku pencabulan anak, tengah diperiksa penyidik Polres Sumba Timur, Selasa (7/10)
Waingapu - Kornelis Bali Ate (59) memang bejat. Kakek beristri dan sudah bercucu ini tega melakukan pencabulan terhadap Bunga (10) bukan namanya sebenarnya, siswa kelas 6 sebuah SD di Kelurahan Hambala Kecamatan Kota.  Akibatnya, Kornelis dihajar warga dan keluarga korban hingga babak belur sebelum dilaporkan ke Polres Sumba Timur, Selasa (7/10).
 
Kapolres Sumba Timur, AKBP Supiyanto membenarkan tejadinya kasus tersebut. Menurut Supiyanto, tersangka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif anggotanya di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak.

Ancaman yang dikenakan terhadap pelaku pencabulan itu menurut Supiyanto, tiga  hingga lima belas tahun penjara. "Tersangka pelaku sudah kita tangkap dan kini sedang diperiksa dengan intensif oleh unit PPA Polres Sumba Timur," tegasnya.

Terpisah, ayah dan ibu korban, MA (64) dan YG (45) mengaku mengetahui kasus tersebut setelah mendapat telepon dari salah seorang keluarganya di Surabaya. "Kami tahu masalah ini setelah kami mendapat telepon dari saudara kami di Surabaya. Korban anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Dia ke Waingapu untuk sekolah dan tinggal di rumah saudara kami disini. Sedangkan kami tinggal di Desa Weelimbu Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Kami minta pelaku dihukum yang seberat-beratnya," papar YG diaminkan suaminya, MA.

Jumiati, keluarga korban tempatnya berdomisili mengisahkan, kasus tersebut terungkap karena salah seorang anaknya mencurigai tingkah laku Kornelis Bali Ate yang kebetulan rumahnya berada tepat dibelakang rumahnya. Menurut warga RT 11 RW 04 Kelurahan Hambala Kecamatan Kota, itu, Senin 6 Oktober malam ketika korban tidur, pelaku membuka pakaian di tubuh korban dan berusaha memerkosanya.

"Tapi niat busuknya itu tidak kesampaian karena korban terbangun dan lari. Salah seorang anak saya lalu curiga dan menanyakan penyebabnya kepada korban. Korban mengaku bahwa aksi bejat pelaku bukan baru sekali itu dilakukannya tapi sudah berulang kali. Dia melakukan perbuatan keji itu ketika kami sedang tidak berada di rumah. Apalagi kemarin tetangga dan saudara kami di depan rumah pak Marthen Umbu Zogara Wolagole (Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Sumba Timur) meninggal dunia. Ketika kami semua sedang sibuk mengurus jenazah, kesempatan itulah digunakan oleh pelaku," sesalnya.

Imbas dari kejadian itu, istri dan anak-anak pelaku kini sudah mengungsi dari rumah mereka karena takut dihakimi warga dan keluarga korban. "Kami minta pelaku dihukum yang seberat-beratnya sesuai undang-undang yang berlaku," harapnya. (jun/ays)


Sumber: timorexpress.com
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD