Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 09 September 2014

Gubernur NTT Tak Hadiri Pelantikan Bupati SBD

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melantik pasangan Markus Dairo Talu-Ndara Tanggu Kaha sebagai bupati-wakil bupati Sumba Barat Daya di Gedung Sasana Bhakti Praja, Lantai 3 Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (8/9). [Foto: Courtesy of Sarah Lery Mboeik]
Jakarta – Gubernur NTT Frans Lebu Raya, tidak hadir pada pelantikan Bupati dan Wakil Sumba Barat Daya (SBD), Markus Dairo Tallu,SH  dan Drs. Ndara Tanggu Kaha (MDT-DT), di Gedung Kemendagri, Jakarta, Senin (8/9). Menanggapi hal tersebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan tidak ingin berpikiran negatif. “Mungkin beliau ingin menciptakan keamanan di sana,” katanya

Pemerintah lewat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya melantik BBupati dan Wakil Sumba Barat Daya SBD. Pelantikan dilakukan Mendagri Gamawan Fauzi, setelah sebelumnya terkatung-katung meski Markus-Ndara memenangi pilkada sejak Agustus 2013 lalu. Bahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sudah ditandatangani mendagri sejak enam bulan lalu.

“SK sudah saya tandatangani sejak bulan Maret. Sudah enam bulan tak dilantik dengan berbagai masalah. Kemudian saya nyatakan pada Gubernur (Nusa Tenggara Timur,red), apabila memang menyerahkan ke presiden, nanti kita minta pendapat bapak presiden, siapa yang ditunjuk. Akhirnya beberapa hari yang lalu saya ditunjuk pak Presiden untuk melantik. Jadi hari ini (Senin,red) saya lakukan,” ujar Gamawan di Jakarta.

Sementara itu, Anggota DPD RI asal NTT yang hadir dalam pelantikkan itu, Sarah Lery Mboeik, menyayangkan ketidakhadiran Gubernur NTT

“Ini pelantikan kepala daerah kabupaten dan gubernur adalah kepala daerah Propinsi. Saya jadi mengerti selama ini gubernur yang tidak mau melantik, jadi menurut saya ini indikasi tidak ada kerelaan dari gubernur NTT,” kata Sarah Lery.

Menurut Sarah Lery pelantikan ini menjadi penting karena tiga hal. Pertama, Pelaksana Tugas Bupati tidak bisa mengambil keputusan dan kebijakan strategis yang akan merugikan daerah. “Dia tidak bisa rekrut orang, tidak bisa menggunakan anggaran pembangunan, hanya bisa bayar gaji. Lalu pembangunan di SBD gimana?” katanya.

Kedua, DPRD periode 2009-2014 akan selesai masa jabatannya pada tahun 2014 dan akan menimbulkan stagnasi jika tidak diambilalih.
“Masa jabatan hampir habis, dan akan stag di situ. Karena ketiga alasan itu kami minta kepada Mendagri secepatnya mengambilalih pelantikan.”, Ujarnya

Ketiga, selalu saja ada pro kontra dan jika tidak diantisipasi akan merugikan rakyat. “Bisa fatal karena tidak ada pemimpin yang bisa mengambil keputusan strategis,” Tegasnya.

Senator asal NTT ini optimis akan pelantikan ini dan juga menaruh kepercayaan besar kepada bupati terpilih dan masyarakat Sumba Barat Daya.

“Dia kan kepala daerah yang sah secara hukum dan dia harusnya bisa menenangkan daerah itu. Kalau kemarin dia bukan kepala daerah kan dia gak bisa buat apa-apa. Misalnya dia bisa meminta pihak keamanan untuk turun tangan atau meminta Forum Komunikasi Kepala Daerah untuk mencari jalan keluar.”jelas Lerry.

“Saya yakin karena bupati terpilih ini latar belakangnya militer, tetapi dia tidak pernah melakukan pendekatan kekerasan. Kami berharap itu bisa melakukan rekonsiliasi dan kami melihat dia mulai melakukan itu.”, harap Lerry.

Lery juga menghimbau agar semua pihak membangun rekonlisiasi antara kelompok-kelompok yang berlawanan di SBD. “Gubernur sebagai kepala daerah harus mampu melakukan itu, jangan hanya mampu membangun konflik. Kepala daerah terpilih juga perlu melakukan itu. Ini sangat penting dan jangan membawa egosime masing-masing karena akan merugikan rakyat SBD sendiri. Rekonsiliasi ini harus bisa dibangun sehingga ke depan pemerintah urus kesejahtraan bukan hanya urus konflik saja.” Himbau Lerry

Menanggapi ketidka hadiran Gubernur NTT pada pelantikan MDT-DT, Kepala Biro Tata Pemerintahan NTT Silvester Banfatin saat dihubungi Senin, 8 September 2014 mengatakan Gubernur NTT Frans Lebu Raya tidak menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Sumba Barat Daya karena sedang mempersiapkan pemakaman mantan Gubernur NTT, dokter Hendrikus Fernandez. "Gubernur ada di Kupang, mempersiapkan pemakaman Pak Fernandez," katanya.


Sumber: jpnn/tempo/satutimor
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD