Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 04 September 2014

Gubernur NTT Diundang Saksikan Pelantikan MDT-DT

Fax undangan pelantikan MDT-DT dari Kemendagri (4/9)
Jakarta - Jadwal pelantikan bupati dan wakil bupati Sumba Barat Daya (SBD), Markus Dairo Talu-Ndara Tanggu Kaha (MDT-DT) dipastikan Senin (8/9) bertempat di Gedung Kantor Kementerian Dalam Negeri.
 
Kepala daerah dan wakil kepala daerah yang nasibnya sempat dibuat terkatung-katung itu, dilantik oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi. Lalu bagaimana dengan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya?

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Gubernur NTT hanya diundang untuk menghadiri dan menyaksikan saja seremoni itu, karena tokh Mendagri yang melantik dan mengangkat sumpah. Dan, sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Lebu Raya diharapkan hadir dalam sidang paripurna istimewa yang sejatinya berlangsung di Jakarta tersebut.

"Mekanismenya seperti biasa dalam paripurna istimewa. Kalau gubernur tetap diundang untuk menyaksikan saja. Bukan dia yang melantik. Tetapi sebuah kehormatan, kalau gubernur seharusnya hadir. Karena setelah dilantik, bupati dan wakilnya ini akan bertugas dan berada dibawah koordinasi gubernur," jelas Dirjen Ditjen Otda Kemendagri, Djohermansyah Djohan kepada Fajar Media Center, Rabu (3/9) di Jakarta.

Informasi dari Kemendagri pun menyebutkan, pelantikan tersebut sudah dijadwalkan tanggal 8 September 2014. Bahkan hari ini (4/9), pihak Kemendagri akan menyurati Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten SBD terkait pelantikan tersebut. Pelantikan tersebut hanya berselang satu hari dengan pelantikan anggota DPRD Kabupaten SBD periode 2014-2019 tanggal 9 September besoknya. "Petunjuk presiden itu minta Mendagri segera melantik,"kata Jurubicara Kemendagri, Dodi Riadmadji.

Sementara itu, anggota DPRD SBD, Oktofianus Holo menegaskan, setelah pelantikan, DPRD akan meminta pertanggungjawaban bupati dan wakil bupati terkait sejauhmana kegiatan pemerintahan yang sudah berjalan selama dipimpin Pelaksana Harian, Anton Umbu Sasa.
"Termasuk penggunaan anggaran di DPRD. Karena ada dugaan kami bahwa penggunaan dana konsultasi, ada hak-hak anggota yang lain yang dimanfaatkan. Karena DPRD punya hak anggaran yang sama. Sementara ada dugaan oknum DPRD menggunakan hak lebih dari yang seharusnya. Sehingga kami minta bupati dan wakil baru untuk audit khusus," tandas Okta.

Okta yang juga akan dilantik kembali sebagai anggota DPRD Kabupaten SBD itu mengajak seluruh anggota DPRD serta masyarakat SBD untuk merapatkan barisan dan mendukung pimpinan mereka yang baru. Pasalnya, sudah lebih dari delapan bulan ditinggal seperti ayam ketinggalan induk.

"Terimakasih kami juga untuk presiden yang telah melihat SBD sebagai bagian dari NKRI. Atas nama DPRD juga menyampaikan permohonan maaf ke Mendagri, gubernur dan Forkopimda NTT dan SBD yang selama ini sepertinya ada miskomunikasi. Sebagai wakil rakyat juga permohonan maaf ke teman-teman DPRD, bahwa terjadi dinamika karena memang lembaga DPRD lembaga politik yang wajar kalau berdinamika,"sambung Okta lagi. (cel/fmc/sam/boy)

Sumber: timorexpress
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD