Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 03 September 2014

Brigjen (Pol) Edi Supriyanto Himbau Masyarakat Agar Tetap Ciptakan Dan Jaga Situasi Aman

Koordinator Laskar Pasola Pro Demokrasi dan Keadilan, Lukas Loge Kaka menyerahkan pernyataan sikap kepada anggota DPRD Kabupaten SBD, Haji Sulaiman Tari Wungo saat berdemonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten SBD, Senin (14/7/2014).
Tambolaka - Laskar Pasola Pro Kebenaran dan Keadilan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menggelar pertemuan di Lapangan SD Ande Ate, Desa Bukambero, Kecamatan Kodi Utara, Sabtu (29/8/2014). Kegiatan yang dinamakan apel siaga ini dihadiri sekitar 500 warga. Turut hadir Brigjen (Pol) Drs. Edi Supriyanto dari Biro SDM Mabes Polri dan dr. Kornelius Kodi Mete. Edi Supriyanto berada di SBD tidak dalam rangka tugas dinas. Mantan Wakapolda NTT ini tiba di tanah Wee Maringi Pada Wee Malala untuk menghadiri pesta pernikahan anggota keluarga kerabatnya Kris Wungo di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Edi Supriyanto saat masih bertugas di NTT, sudah mengunjungi SBD dan sewaktu itu dikukuhkan menjadi anggota keluarga Wungo di Kampung Ranggabaki, Kodi. Karena sudah menjadi bagian dari keluarga Kodi sehingga Edo Supriyanto menyempatkan diri menghadiri pertemuan yang digelar Laskar Pasola, setelah perjalanan pulang dari Kampung Ranggabaki.

"Jenderal Edi sudah diangkat menjadi anggota keluarga di kampung besar Ranggabaki," kata Kris Wungo dalam pertemuan itu.

Edi Supriyanto menegaskan kehadirannya tidak untuk membela siapa-siapa. Dia mengimbau masyarakat agar tetap menciptakan dan menjaga situasi aman. "Saya di sini tidak untuk membela. Saya menginginkan tokoh masyarakat ini betul-betul mewaspadai. Jangan terpancing sehingga emosi-emosi ikut terbakar. Sehingga keberanian sia-sia. Ingat, negara kita negara hukum. Tidak bisa sembarang dan semaunya. Semangat tadi ditempatkan yang benar. Jangan asal semangat karena bisa jadi bumerang," kata Edi Supriyanto.

"Saya yakin kita semua sama pendapat, bahwa yang benar adalah benar. Cuma kita perlu kesabaran karena proses sedang berjalan. Selalu berdoa semoga harapan terwujud," ujarnya.

Edi Supriyanto kembali mengingatkan tokoh masyarakat untuk tidak memulai atau terpancing. "Kalau ada hal yang aneh sampaikan kepada kepala desa. Tidak ingin SBD hancur. Sabar. Saya ikut monitor," katanya.

Edi Supriyanto berbicara sekitar 10 menit. Setelah selesai bicara langsung meninggalkan Lapangan SD Ande Ate karena harus pulang ke Jakarta. Sebelumnya, di awal pertemuan dilakukan hening cipta untuk warga yang meninggal selama kekisruan pemilukada SBD meletus. Kemudian dilakukan ritual adat oleh tiga tokoh adat.

Selanjutnya, secara bergilir beberapa perwakilan Laskar Pasola menyampaikan aspirasi. Tokoh masyarakat Kodi, MD Raya menegaskan bahwa pada pemilihan tanggal 5 Agustus 2013, yang meraih suara terbanyak adalah pasangan dr. Kornelius Kodi Mete-Drs. Daud Lende Umbu Moto (Konco Ole Ate).

"Pilihan rakyat kenapa disalahkan? Kenapa tidak ditetapkan dan dilantik? Apapun yang terjadi, kami tetap bertahan sampai Konco dilantik," tegas MD Raya.
"Kami melawan semua bentuk kejahatan. Kebenaran harus tetap ditegakan," kata Anton, sekretaris Laskar Pasola.

Agus Goluwola mengatakan, kasus Pemilukada SBD sudah dilaporkan ke Mabes Polri. "Kasus pilkada SBD sudah sampai di Mabes Polri. Semoga segera diproses. Kami masyarakat berharap, mereka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tapi kabur dan ditetapkan sebagai DPO, harus diproses," ujar Agus. 

Ketua Laskar Pasola, Lukas Loghe Kaka, menyampaikan terima kasih kepada Brigjen (Pol) Edi Supriyanto yang mau mendengar langsung aspirasi masyarakat SBD.

"Kami berjuang bukan menghancurkan. Seandainya Laskar Pasola tahu KONco Ole Ate kalah, maka kami tidak melakukan (aksi) karena melawan undang-undang. Dengan kehadiran bapak, dengarkanlah segala keluh kesah kami. Kami menderita, berjuang sudah satu tahun untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Tapi ada pihak yang kolusi, bersekongkol memanipulasi data dan dokumen untuk memenangkan pihak tertentu," tandas Loghe Kaka.

Loghe Kaka mengatakan, Laskar Pasola terus berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan sampai titik darah terakhir.

Dia mengatakan Laskar Pasola tidak minta berkolaborasi dalam hal kotor, tapi yang benar bersih. "Kami bicara bukan galau. Dengan kehadiran bapak, titip dengan rendah hati dari ujung kaki sampai ujung rambut, kami serahkan. Kami tidak tahu hukum. Tapi kalau lantik tidak benar, kami terus berjuang melawan. Kami tidak mundur jika perjuangan kami benar," kata Loghe Kaka. (aca)


Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD