Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 13 Agustus 2014

Kemendagri Pastikan Lantik MDT-DT Di Jakarta

Prof., Dr., Djohermansyah Djohan, MA, Dirjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri,
JAKARTA - Pernyataan pemerintah pusat bahwa mereka tidak menganggap Pemprov NTT sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, dikuatkan dengan adanya sikap tegas Kemendagri untuk melantik kepala daerah-wakil kepala daerah defenitif SBD. Kemendagri memastikan, pasangan Markus Dairo Talu-Ndara Tanggu Kaha (MDT-DT) akan dilantik di Jakarta oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, dan bukan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.
 
Kepastian informasi ini disampaikan Direktur Ditjen Otonomi Daerah, Djohermansyah Djohan di ruang kerjanya, Selasa (12/8).

Djohermansyah sudah memastikan pelantikan bupati dan wakil bupati SBD akan dilakukan di Gedung Kemendagri. Walau belum memastikan jadwalnya, namun dia kembali menegaskan, mekanisme pelantikan akan sama secara aturan. Namun bukan oleh gubernur tetapi oleh Mendagri. "Jadi paripurna istimewa itu nanti bisa oleh salah satu pimpinan DPRD dan tidak harus quorum.
Sementara yang lantik nanti Mendagri dan itu dijamin oleh UU Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah,"tambah Djo.

Masih menurut dia, kasus serupa sudah pernah terjadi, yakni Kota Waringin Barat yang dikembalikan kepada Mendagri karena ketidakmampuan gubernur.

Sementara itu, informasi yang dihimpun menyebutkan, Mendagri telah menyiapkan surat untuk melaporkan rencana pelantikan kepada presiden. Sehingga jika gubernur terlambat menyerahkan surat penyampaian ketidakmampuannya, Mendagri segera ambil alih untuk melantik. Bahkan, jika DPRD Kabupaten SBD menyerahkan secara langsung bupati dan wakilnya ke Kemendagri, maka proses pelantikan akan lebih dipercepat tanpa menunggu gubernur.

Masih dalam kesempatan yang sama, entah sinis atau serius, namun Djohermansyah Djohan memberi apresiasi kepada Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Pasalnya, gubernur dinilai tidak mampu mengurus rakyatnya sendiri di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), khususnya terkait pelantikan bupati dan wakil bupati setempat. "Kita apresiasi juga, dia (gubernur-red) mau ngaku, "saya tidak bisa pak, tidak mampu pak, nyerah pak,"kata Djohermansyah.

Menurut Djo, sapaan Djohermansyah, setelah mendengar informasi terkait gubernur NTT yang menyerah soal pelantikan tersebut, pihaknya telah menghubungi gubernur per telepon. Walau sudah mengaku sedang menyiapkan surat kepada kemendagri, namun Djo meminta agar gubernur bisa menghadap langsung Mendagri.
"Katanya satu atau dua hari ini sudah ada suratnya. Tapi lebih bagus kalau gubernur dan Forkompinda segera datang ke sini untuk kita bertemu langsung. Ini untuk menjaga komunikasi yang bagus antara kita,"tandas Djo sembari menambahkan kehadiran gubernur akan lebih santun agar bisa memberikan alasan-alasan kenapa tidak mampu melantik.

Anggota DPD RI asal NTT, Sarah Lery Mboeik mengatakan, sikap gubernur sangat mempermalukan masyarakat NTT di tingkat nasional. Pasalnya, sebagai gubernur, namun dirinya tidak mampu mengatur rakyatnya sendiri. Padahal baik pemerintah pusat maupun aparat sudah memberikan jaminan kepada gubernur. "Saya saksikan sendiri saat 6 Agustus itu bahwa polisi benar-benar siap mengamankan. Tapi kalau gubernur mengaku tidak mampu berarti memalukan kita orang NTT. Kalau dia (gubernur) alasan keamanan artinya dia tidak mengakui polisi dan TNI. Yah, sebaiknya gubernur jadi kapolda atau Danrem saja,"sindir Sarah.

Sementara itu, anggota DPRD SBD, Yohanes Ngongo Ndeta menegaskan, sikap gubernur NTT tidak boleh diterima secara utuh. Pasalnya, sudah berkali-kali gubernur menjanjikan hal-hal yang kemudian diingkarinya sendiri. Sehingga masyarakat SBD sudah bosan dengan janji manis seorang gubernur. "Kita lihat saja nanti. Surat itu katanya sedang disiapkan dan bisa berminggu-minggu tidak selesai. Kan bukan hal baru kalau gubernur yang janji. Makanya kalau ada celah untuk Mendagri ambil kembali mandat itu, sebaiknya tidak perlu menunggu gubernur,"kata Yohanes.

Sumber: timorexpress
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD