Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 07 Agustus 2014

Jusuf Malo Skor Sidang Paripurna Istimewa Karena Gubernur Tidak Hadir

Sejumlah anggota DPRD SBD sedang menandatangani daftar hadir, di Gedung DPRD SBD, Rabu (6/8).
Tambolaka - Meski tanpa dihadiri Gubernur NTT, pasangan Markus Dairo Talu, S.H dan Drs. Ndara Tanggu Kaha (MDT-DT), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Jusuf Mallo membuka sidang paripurna istimewa pengucapan sumpah/janji dan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati SBD masa jabatan 2014-2019, Rabu (6/8/2014) siang.

Namun beberapa menit kemudian, Jusuf Mallo, mengetuk palu lagi tanda sidang diskors dengan alasan pejabat yang hendak melantik bupati dan wakil bupati tidak hadir.

Sidang dimulai sekitar pukul 13.00 Wita, beberapa saat setelah massa Laskar Pasola Pro Kebenaran dan Keadilan meninggalkan gedung DPRD SBD. Sidang juga tanpa dihadiri Ketua DPRD SBD, Yosep Malo Lende, yang sudah pulang lebih dulu guna mengikuti pertemuan dengan tim Forkopimda NTT.

Sidang ini juga dilaksanakan setelah sejumlah pejabat yang memenuhi undangan yang dikeluarkan Jusuf Mallo memilih pulang. Diantaranya, Bupati Sumba Barat, Jubilate Pandango beserta para kepala dinas dan badan dari Sumba Barat. Jubilate beserta rombongan meninggalkan gedung DPRD SBD sekitar pukul 09.30 Wita.


Jusuf Mallo mengenakan jas berdasi dengan peci hitam di kepala. Sejumlah anggota dewan yang menghadiri sidang paripurna itu, diantaranya Jack Keremata, John Ngongo Deta, Oktavianus Holo, Ngongo Bulu, Antoneta Kura, Adriana Kosi dan Daniel Mahemba, dll. Mereka juga mengenakan stelan jas.

Ditemui sebelum sidang, Jusuf Mallo mengatakan undangan yang dikeluarkan DPRD SBD merujuk pada surat Gubernur NTT tanggal 24 Juli yang isinya meminta DPRD SBD mempersiapkan rapat paripurna istimewa pelantikan bupati dan wakil bupati pada hari Rabu tanggal 6 Agustus pukul 10.00 Wita. "Dan, kami siap melaksanakan. Kami hanya melaksanakan permintan gubernur bahwa hari ini dilaksanakan paripurna istimewa. Apabila gubernur tidak hadir itu bukan ranah kami," kata Jusuf Mallo. "Kalau gubernur belum hadir, kami skor paripurna istimewa sampai gubernur datang baru sidang dibuka kembali," ujarnya.

Daniel Mahemba, anggota Dewan yang hadir dengan stelan jas, mengatakan, hadir mengikuti sidang karena mendapat undangan.

Mahemba yang berasal dari Partai Pelopor ini mengaku tidak mengetahui masalah kisruh pelantikan bupati dan wakil bupati.

"Saya tidak tahu masalahnya apa sekarang. Saya hadir karena mendapat undangan. Undangan itu secara kelembagaan. Sebenarnya yang usulkan DPRD tapi DPRD menolak. Itu namanya gila," ujarnya saat ditemui di lantai 1 DPRD SBD.

Anggota Dewan dari Partai Hanura, David Ramone mengatakan dia berkantor seperti biasa. "Saya dan teman-teman lain masuk kantor seperti biasa. Kami tidak tahu ada acara lain di sini," katanya.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada tamu-tamu yang datang karena diundang, termasuk Bupati Sumba Barat.

"Ada pejabat tanya saya, acara pelantikan jadi tidak. Saya bilang coba dikonfirmasi ke pihak yang keluarkan undangan. Karena tidak ada acara, akhirnya rombongan pejabat itu pulang," ujar Ramone


Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD