Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 06 Agustus 2014

Dirjen Otda Kemendagri : Gubernur Tidak Urus Keamanan

Dirjen Otnomi Daerah Kemendagri, Djohermansyah Djohan
Jakarta - Hari ini (6/8) akan menjadi catatan sejarah bagi masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) jika bupati dan wakil bupati mereka tetap dilantik oleh gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Sebaliknya, jika gubernur NTT tetap menunda pelantikan tersebut, mungkin menjadi sejarah baru bagi masyarakat NTT. Betap tidak, penundaan pelantikan bisa menjadi alasan bagi pemerintah pusat untuk mengambil alih pelantikan bupati dan wakil bupati SBD.

"Kan dia (gubernur NTT-red) mendasarkan hanya pada surat ketua DPRD (SBD) yang itupun sudah tanggal 4 Agustus diberitahukan. Dan arahan kita, tetap laksanakan pelantikan sesuai jadwal (hari ini),"tandas Dirjen Otnomi Daerah Kemendagri, Djohermansyah Djohan di kantor Kemendagri Jakarta, Selasa (5/8).

Menurut Djo, sapaan Djohermansyah, pihaknya telah mengantisipasi kemungkinan adanya alasan dari gubernur untuk menunda pelantikan walaupun gubernur sendiri telah berjanji untuk melantik tanggal 6 Agustus. Sehingga Menteri Dalam Negeri sendiri telah berkomunikasi langsung dengan gubernur NTT melalui telepon 4 Agustus lalu.

"Dan Pak Menteri sudah berteleponan dengan gubernur (NTT) hari Senin supaya dilaksanakan (pelantikan) sesuai jadwal. Pesan beliau (Mendagri), sebagai wakil pemeritah pusat, gubernur harus laksanakan pelantikan. Dan kami baru menerima surat penundaannya hari ini,"terang Djo lagi. Menurut Djo, penundaan yang sudah sangat mepet dengan jadwal yang sudah ditentukan sendiri oleh gubernur itu tidak bisa diterima. Pasalnya, secara aturan, paripurna istimewa itu tidak perlu dihadiri semua anggota DPRD. Dan itu sudah dilaksanakan sebagian anggota DPRD SBD dengan mempersiapkan pelantikan. Misalnya undangan pun sudah dikeluarkan.

"Kita harapkan, tetap laksanakan pelantikan. Tidak bisa ditunda. Tadi (kemarin) saya sudah SMS lagi, Pak Gubernur, jangan ditunda, tapi katanya masih di pesawat. Saya tambah lagi dengan menelepon Sekda (NTT), Pak Sekda, tolong kasitahu Pak Gub, laksanakan arahan dan ptunjuk Mendagri kemarin (Senin),"tambah mantan Penjabat Gubernur Riau itu.

Terkait alasan keamanan, Djo menegaskan, urusan keamanan bukan urusan gubernur atau kepala daerah, namun urusan aparat keamanan. Bahkan dia mengingatkan, Kapolda NTT sendiri telah berjanji kepada Mendagri untuk menjaga keamanan di daerah tersebut saat mendampingi gubernur menjemput SK pengesahan dan pengangkatan bupati dan wakil bupati SBD 14 April 2014 lalu.

"Dan kalau urusan keamanan, itu tanggungjawab dari Kapolda. Bukan urusan gubernur. Kapolda sendiri sudah berjanji akan menjamin keamanan di sana,"beber Djo. Ditanya terkait kemungkinan akan mengambil alih pelantikan bupati dan wakil bupati SBD, dia menegaskan, itu hal berikut yang belum bisa dibicarakan. Pasalnya, pemerintah pusat tetap memegang janji gubernur NTT untuk melantik tanggal 6 Agustus. Karena menurut dia, bukan baru kali ini gubernur NTT berjanji lalu tidak melaksanakan janjinya sendiri. Misalnya gubernur berjanji akan melantik usai pilpres. Namun setelah pilpres, bahkan setelah rekapitulasipun belum dilantik.

"Kita belum berpikiran begitu. Laksanakan dulu besok (hari ini). Nanti kita lihat besok. Intinya laksanakan besok dulu. Pokoknya ini janji beliau dan tanggungjawab beliau untuk memenuhi janji sebagai seorang pemimpin. Tidak ada tawar menawar lagi. Sesuai dengan janji gubernur dan surat gubernur. Dan kalau urusan dengan DPRD itu tidak ada masalah. Ada 14 DPRD yang siap, pimpinan pun sudah ada yang siap. Jadi tidak perlu diperhatikan surat ketua DPRD.

Sumber: Timex
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD