Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Jumat, 01 Agustus 2014

Bupati Pandango Belum Terima Surat Panggilan Dari Kejari Waikabubak

Bupati Sumba Barat, J.P Pandango, S.Pd
Waikabubak - Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter  Pandango, S.Pd, menyatakan siap diperiksa bila dipanggil oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Waikabubak dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 158 unit sepeda motor tahun 2012 senilai Rp 3,2 miliar.

Bupati Pandango menyampaikan kesiapannya itu saat ditemui di rumah jabatan bupati, Kamis (31/7/2014), pukul 19.00 Wita. Pandango mengatakan, sebagai warga negara yang baik, ia taat hukum, sebab tidak ada satupun warga negara Indonesia yang kebal hukum.

Semua sama kedudukannya di hadapan hukum. Namun, sampai sekarang ini, ia mengaku belum menerima surat panggilan dari Kejari Waikabubak. 

Bupati Pandango mengajak seluruh masyarakat Sumba Barat menghormati dan menghargai proses hukum yang sedang ditangani Kejari Waikabubak.

"Kita jangan memvonis atau mendiskreditkan seseorang hanya karena kepentingan politis tertentu. Marilah menempatkan porsi hukum pada kasus pengadaan 158 unit sepeda motor dengan mempercayakan sepenuhnya kepada aparat penyidik Kejari  Waikabubak," tegasnya.

Pandango  yakin aparat penyidik Kejari Waikabubak  bekerja  profesional berdasarkan fakta hukum, bukan berdasarkan opini yang dibangun pihak tertentu demi kepentingan tertentu pula.

Pandango mengaku belum pernah dipanggil dan diperiksa aparat penyidik Kejari Waikabubak terkait kasus pengadaan 158 unit sepeda motor.  Ia mengaku hanya satu kali mengadakan konsultasi hukum dengan Kejari Waikabubak.

Bupati Pandango mengatakan, secara jujur ia  mengaku proses pengadaan 158 unit sepeda motor sepenuhnya ditangani panitia. 

Ia tidak pernah mengintervensi atau mengarahkan panitia menggolkan rekanan tertentu. Karena itu, tegas Pandango, tidak ada sepeserpun uang proyek pengadaan 158 unit sepeda motor masuk ke kantongnya.

Pandango menjelaskan, proses pengadaan 158 unit sepeda motor dikerjakan panitia berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Semua kegiatan pengadaan 158 sepeda motor, lanjutnya, berjalan baik dan lancar.  Penyerahan 158 unit sepeda motor juga, demikian Pandango, berlangsung di halaman depan Kantor Bupati Sumba Barat. "Hal itu berarti tidak ada yang ditutup-tutupi," ujarnya.

Mengenai kerugian Rp 3,2 miliar, Pandango mengatakan, hal itu terjadi kalau tidak ada sepeda motornya. "Ini sepeda motor lengkap ada," tegasnya. Meski demikian,  Pandango memaklumi, mencuatnya kasus pengadaan 158 unit sepeda motor di ujung tahun 2014 ini lebih dominan faktor politis.

"Maklum hal itu berhubungan dengan suksesi  (Pilkada Sumba Barat) tahun 2015," katanya.
Bupati Pandango juga mendoakan agar para pihak yang mengungkit persoalan pengadaan sepeda motor kepada publik agar  kembali ke jalan yang benar. Sebab apa yang diperbuat oleh Bupati Sumba Barat, tegas Pandango, untuk kesejahteraan masyarakat Sumba Barat, bukan kepentingan Bupati Pandango dan keluarganya.  

Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD