Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 14 Agustus 2014

Besok, Gubernur Pertemukan MDT-DT Dan Konco

dr. Kornelius Kodi Mete dan Markus Dairo Talu, S.H,  saat bertemu untuk rekonsiliasi, 2 September 2013 Lalu
Kupang - Gubernur NTT Frans Lebu Raya tidak mau kehilangan muka dengan pemerintah pusat dalam polemik pelantikan kepala daerah-wakil kepala daerah terpilih Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Karena itu, Jumat (15/8) besok, gubernur memediasi kedua kubu yang selama ini berkepentingan dalam estafet kepemimpinan di SBD. Kedua kubu itu adalah Markus Dairo Talu-Ndara Tanggu Kaha (MDT-DT) selaku pemenang Pemilukada yang diperkuat putusan MK dan Kornelis Kodi Mete-Daud Lende Umbu Moto (Konco Ole Ate) sebagai pihak yang kalah.
Kepastian informasi ini dibenarkan oleh Sekretaris Daerah NTT, Frans Salem malam tadi di Kupang. MDT-DT dan Konco Ole Ate akan diundang menghadiri pertemuan bersama jajaran pimpinan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopinda) tingkat Provinsi NTT di Kupang, besok. 

Menurut Salem, selain MDT-DT dan Konco Ole Ate, gubernur juga mengundang pimpinan DPRD Sumba Barat Daya (SBD) diantaranya ketua bersama wakil-wakil ketua dan para ketua fraksi. "Pertemuannya di Kupang, hari Jumat bersama pak Gubernur dan semua unsur Forkopinda NTT,"ujar Salem.

Sementara, dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dilaporkan bahwa hingga Rabu (13/8), mereka belum menerima surat gubernur NTT terkait ketidakmampuannya melantik bupati dan wakil bupati Sumba Barat Daya (SBD). Hal ini ditengarai rencana gubernur NTT yang mengundang bupati dan wakil bupati terpilih bersama DPRD dan mantan bupati SBD untuk dipertemukan di Kupang Jumat (15/8) besok.

Pertemuan tersebut juga telah disampaikan kepada Kemendagri dan telah mendapat restu. Namun Direktur Ditjen Otonomi Daerah, Djohermansyah Djohan menegaskan, apapun hasil pertemuannya, tidak bisa merubah rencana pelantikan di Jakarta. Pasalnya, gubernur telah menyampaikan secara lisan kepada pihaknya bahwa tidak mampu mengurus pelantikan.

Sementara anggota DPRD Kab.SBD, Oktofianus Holo di Jakarta mengaku sangat heran dengan perilaku gubernur NTT yang menurutnya sangat aneh. Pasalnya, ketika konflik pilkada sudah bergulir sejak Agustus 2013 lalu, gubernur tidak pernah merasa bertanggungjawab atas masyarakat SBD.
"Gubernur NTT jangan seperti anak-anak dengan mengambil kebijakan yang aneh-aneh dan di luar logika. Selama ini menurut dia ada konflik dan tidak kondusif di SBD, kenapa tidak ambil langkah dialog supaya cepat selesaikan. Sekarang baru mau dialog setelah mengaku tidak mampu,"tandas Okto.

Menurut politisi partai Demokrat itu, alasan melakukan pertemuan di Kupang hanyalah upaya untuk mengulur pelantikan di Jakarta. Sehingga pihaknya berharap gubernur menyudahi kepura-puraannya dalam menelantarkan masyarakat SBD yang juga rakyatnya sendiri. "Pak dirjen sudah tegaskan bahwa pertemuan itu tidak bisa merubah pelantikan di Jakarta,"tutupnya.

MDT-DT Siap Hadir
Sementara itu, Wakil Bupati SBD terpilih Ndara Tanggu Kaha yang dikonfirmasi mengaku sudah menerima undangan yang ditandatangani Sekda NTT tersebut. Ia juga membenarkan undangan itu bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait kondisi politik SBD saat ini.

Ditanya soal kesiapan dirinya bersama Bupati Markus Dairo Talu untuk memenuhi undangan tersebut, Ndara Tanggu belum secara tegas menjawab. Ia masih mempertimbangkan undangan tersebut. "Yah, tapi mudah-mudahan bisa hadir,"ujarnya seraya mengatakan akan berkoordinasi dengan MDT.

Sumber: timorexpress
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD