Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Rabu, 16 Juli 2014

Terkait Pelantikan MDT-DT, Gubernur Segera Surati DPRD SBD

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya
Kupang - Gubernur NTT, Frans Lebu Raya berjanji segera bersurat ke DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) terkait proses pelantikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati SBD, Markus Dairo Talu-Ndara Tanggu Kaha (MDT-DT). Lebu Raya menegaskan, suratnya itu akan disampaikan usai penetapan pemenang pilpres 2014 pada 22 Juli mendatang. "Nanti setelah penetapan (Pilpres) oleh KPU tanggal 22 Juli. Gubernur akan bersurat ke DPRD (SBD) untuk alokasikan waktu untuk pelantikan,"kata Lebu Raya saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (15/7).

Ia kembali menegaskan, proses pelantikan tetap dilakukan
usai Pilpres, walaupun enggan menyebutkan tanggal pastinya. Ia menyatakan harus bersurat terlebih dahulu kepada DPRD SBD. "Saya akan bersurat dulu,"ujarnya. Terkait kisruh di internal DPRD SBD sendiri soal pelaksanaan pelantikan, Lebu Raya mengaku tak tahu menahu. Bahkan, akibat DPRD tidak satu suara maka proses pelantikan bisa tertunda lagi. "Kalau itu saya tidak tau,"tegas Lebu Raya.

Sebelumnya diberitakan SK pelantikan MDT-DT sudah berada di tangan Gubernur NTT yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri 27 Maret 2014. SK itu dijemput langsung oleh Gubernur NTT yang saat itu 'dikawal' Kapolda NTT, Kajati dan Ketua Pengadilan Tinggi NTT. Sayangnya, setelah menjemput SK tersebut dari tangan Mendagri, gubernur belum juga melantik bupati dan wakil bupati yang terpilih sejak 5 Agustus 2013 lalu itu.

Dirjen Otda Kemendagri, Djohermansyah Djohan, mengatakan pihaknya tetap mengawal proses pilkada tersebut hingga pelantikan. Pasalnya, gubernur NTT sejak awal sudah menunjukan ketidakseriusannya menengahi konflik antara pihak yang bersengketa. "Iya makanya kita akan ingatkan beliau segera,"tambah Djo.

Pilkada SBD sudah dimulai tahapannya sejak 1 Maret 2014 lalu. Sementara proses pemungutan suara dilakukan 5 Agustus 2013. KPU Kabupaten SBD saat itu dalam hasil plenonya memenangkan pasangan nomor urut dua, MDT-DT. Namun pasangan Konco Ole Ate (pasangan incumbent-red) menggugat hasil tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

MK pun akhirnya menolak permohonan pasangan Konco Ole Ate dalam putusannya yang dibacakan 29 Agustus 2013. Namun KPU bersama polisi di sektor Sumba Barat melakukan perhitungan ulang surat suara pada dua kecamatan yang digugat hasilnya di MK. Hasilnya, KPU kembali mengeluarkan keputusan baru yang memenangkan pasangan Konco Ole Ate.

Hal ini pun menjadi alasan gubernur NTT yang tidak bersedia memroses usulan pengesahan dan pengangkatan bupati dan wakil bupati terpilih ke Kemendagri hingga akhir masa jabatan bupati lama 27 Desember 2013 lalu. Bahkan gubernur NTT telah diberikan surat peringatan sebanyak empat kali oleh Mendagri. Hingga proses penerbitan SK tersebut tidak lagi melalui gubernur. (sam/boy)

Sumber: timorexpress
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD