Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 22 Juli 2014

Seni Sumba Dari Patung Hingga Lukisan

Seni di Sumba, Nusa Tenggara Timur lebih mencerminkan ungkapan semangat religus masyarakat tradisional Sumba dalam bentuk patung, relief, ornamen, dan lukisan.

Patung

Patung itu berupa patung-patung atau arca yang terbuat dari batu atau kayu. Patung-patung itu mengambarkan leluhur atau arwah nenek moyang. Patung-patung batu ada yang dibuat dengan menggunakan bahan batu utuh (monolith), tapi adapula yang menggunakan bahan batu pipih atau papan batu (slab).

Selain dari bahan-bahan batu dan kayu, ada juga patung-patung yang dibuat dari bahan logam yang dilapis mas. Patung-patung itu dibuat dalam beberapa sikap, yaitu:

    Berdiri
    Duduk
    Jongkok
    Bersimpuh

Pada umumnya patung-patung itu dibuat dalam keadaan telanjang bulat. Namun ada pula yang diberi perhiasan di dada, seperti di Wanukaka, Sumba Barat. Ada pula yang yang diberi tudung atau ikat kepala, seperti di Parai Liu, Sumba Timur. Bahkan, di Sumba Timur ada yang diberi busana lengkap dengan klewang.

Patung-patung Sumba bagian Barat pada umumnya terbuat dari bahan batu utuh (monolith), sementara di Sumba bagian Timur terbuat dari batu pipih atau papan batu (slab)

Gaya patung Sumba Bagian Barat tampak ekspresif dengan menitikberatkan bagian-bagian kepala, wajah, mata, mulut, dan alat kelamin. Yang terbuat dari batu pahatannya membulat pendek, tapi cukup massif.

Gaya patung Sumba bagian Timur lebih eksotis dan terbuat dari batu pipih (slab).

Di seluruh Sumba pembuatan patung tidak pernah dikembangkan hingga menjadi produksi massal seperti di Bali. Ini sebenarnya berakar dari sikap religius masyarakat Sumba yang menilai patung sebagai perwujudan leluhur merupakan benda pamali, benda magis yang tidak boleh dibuat selain untuk tujuan religius.

Relief

Relief dibuat pada bagian batu nisan dan batu penutup kubur. Berupa bagian kepala dan wajah atau tubuh. Ada yang dalam sikap berdiri, duduk di atas kerbau atau kuda, dan jongkok.

Ornamen

Dilihat dari segi teknis penggarapan dan bahan yang digarap, ada beberapa jenis ornamen di Sumba:

Ornamen pahatan atau tatahan

Terutama sekali pada nisan dan batu kubur. Juga pada tiang-utama (sokoguru) rumah adat dan pada semacam mahkota serta sisir yang terbuat dari kulit pentu atau tanduk kerbau, yang hanya terdapat di Sumba Timur.

 Ornamen tenun, sulam, dan anyaman

Ornamen tenum, sula pada kain-kain, sarung-sarung. Ornamen anyaman tas atau tempat sirih pinang (kaleku) yang lebih terbatas di Sumba Barat.

Ornamen barang-barang tanah liat

Ornamen pada bagian-bagian leher dan bibir periuk, tempayan, dan pasu dari tanah liat

Ada pun corak ornamen tertua ialah irama garis-garis, baik yang simetris maupun lengkung-lengkung, meander. Irama garis dan titik-titik yang membentuk lingkaran, stilisasi lidah atau percikan api, spiral, dan pilin ganda. Semua corak ornamen tertua itu masih menunjukkan tradisi gaya seni prasejarah yang sampai masa kini masih dihayati di Sumba. Dalam perkembangannya ditemukan bentuk formal yang otonom sebagai seni dekoratif yang secara kreatif diperkaya dengan motif alat perhiasan mamuli sebagai ciri khas ornamen Sumba. Hal ini disebabkan mamuli merupakan alat perhiasan tradisional yang paling berharga di seluruh Sumba.

Lukisan


Lukisan berupa cacah kulit tubuh yang diberi warna biru atau hitam dengan menggunakan larutan tepung arang atau larutan tepung buah kemiri yang dicampur air. Cacah kulit tubuh (tato) pada umumnya melukiskan kuda, udang, dan spi. Lukisan kudan dan udang meskipun distilisasikan namun masih tampak realistis. Lukisan api ada yang digambarkan dengan titik membentuk spiral, tapi ada pula yang berbentuk pilin ganda. Bagian tubuh yang boleh diberi lukisan hanyalah pada bagian lengan atas sampai batas pergelangan tangan dan bagian betis. Lukisan cacah kulit tubuh berfungsi magis.

Lukisan pada piringan kayu bagian tas tiang utama rumah adat yang menyangga Bandar atap membatas loteng dengan ruang dalam rumah. Lukisan berupa kuda, ayam, alat-alat perhiasan, serta meander dan bentuk-bentuk geometris. Warna lukisan itu ialah hitam, biru, merah, kuning, dan putih.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD