Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 03 Juli 2014

Kades Manu Toghi Lumpuh Masih Bisa Pimpin Rapat

Dokter Monique Van de Sande memeriksa Kepala Desa Manu Toghi, Rofinus Rehi Kelay, yang lumpuh akibat terserang tumor.
Balaghar - Kepala Desa Manu Toghi, Rofinus Rehi Kalay (44), saat ini hanya terbaring di tempat tidur. Kedua kakinya sudah tidak bisa menjadi tumpuan untuk menyanggah tubuhnya. Kakinya lumpuh pascamengidap tumor yang muncul di bagian dada kanan. Meski demikian, Rehi Kalay masih melaksanakan tugas sebagai seorang kepala desa.
 
Seperti yang terjadi Selasa (2/7/2014), sambil duduk di ruang tamu rumahnya di Desa Manu Toghi, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan bertelanjang dada dan menempel selang keteter, Rehi Kalay membaca surat pemerintah yang baru diterimanya.

Tidak beberapa lama kemudian, dia pamit istirahat. Untuk masuk ke kamar tidur, Rehi Kalay digotong empat anggota keluarganya. "Selama ini pemerintahan berjalan biasa. Saya masih bisa pimpin rapat sendiri. Saya panggil aparat, kami rapat di rumah," ucap Rehi Kalay saat sedang berbaring. Saat ini tahun kedua masa kepemimpinannya.

Lebih lanjut, suami Kristina Gono ini menjelaskan riwayat sakitnya. Menurutnya, awalnya adanya benjolan di dada kanan, dekat susu. Dia memutuskan memeriksa kesehatannya di Rumah Sakit Caritas Waitabula, Juni 2013. Dokter mendiagnosa Rehi Kalay menderita tumor. Dia menjalani operasi pengangkatan tumor.
Setelah beberapa kali periksa di RS Caritas, dokter menganjurkan Rehi Kalay berobat ke Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali.

"Saya sudah ke sana (Bali). Berobat selama dua bulan. Hasil pemeriksaan dokter, ada penyebaran sel-sel tumor ke tulang belakang. Di tulang belakang, tepatnya pada ruas kesebelas terjadi keropos," jelas Rehi Kalay.

Menurutnya, sejak 20 Januari 2014, dia berobat di RS Sanglah. Di sana tidak sampai khemotrapi karena kondisinya sudah tidak bisa jalan dari kos ke Sanglah. Padahal sebelum ke Bali, ayah 6 anak ini masih bisa jalan.

"Karena sudah tidak bisa jalan sehingga dia dibawa pulang. Sudah sekitar 4 bulan saya tidak bisa jalan. Kaki sudah tidak bisa bergerak. Saat tidur, kalau balik badan juga harus dibantu," ujarnya sembari menambahkan kalau makan masih normal.

Pada hari itu, dokter Monique Van de Sande, voluntir asal Belanda yang bekerja pada Yayasan Harapan Sumba, memeriksa Rehi Kalay.

Dokter Monique mengatakan, sel-sel tumor sudah menyebar ke seluruh tubuh, termasuk menyerang belakang dan tulang kaki sehingga berdampak kelumpuhan.
Direktris Yayasan Harapan Sumba, Redempta Bato, yang saat itu juga hadir, mengatakan YHS akan berupaya memberi bantuan kursi roda untuk Rehi Kalay.

"Kami akan komunikasikan dengan mitra YHS yang ada di luar negeri, semoga mereka tergerak hatinya untuk membantu kursi roda buat bapak kades," ujar Dempta, demikian Redempta Bato disapa. (aca)

Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD