Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Minggu, 20 Juli 2014

Jusuf Malo Kritik Sikap Segelintir Warga Yang Tolak Pelantikan MDT-DT

Elemen masyarakat yang menamakan diri Laskar Pasola Pro Demokrasi dan Keadilan saat melakukan aksi di DPRD SBD, Senin (14/7). Menuntut DPRD SBD menolak pelantikan MDT-DT sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBD
Tambolaka - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Jusuf Malo, menegaskan, tidak ada alasan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya,  menolak melantik Markus Dairo Talu-Dara Tanggu Kaha (MDT-DT) sebagai bupati dan wakil bupati SBD.
 
"Putusan MK (Mahkamah Konstitusi) memenangkan MDT-DT itu final dan mengikat. UU No: 27/2008 itu tidak ada celah melakukan gugatan lagi karena putusan MK sudah final dan mengikat. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak melantik MDT-DT," tegas Jusuf Malo saat dihubungi Kamis (17/7/2014).

Politisi Partai Demokrat ini mengeritik sikap segelintir warga dan anggota DPRD Kabupaten SBD yang menolak pelantikan MDT-DT. "Penolakan ini politik semua. Semua permainan. Apa yang mau ditolak? Sikap segelintir orang itu konyol dan goblok," kata Jusuf Mallo.

Politisi asal Wewewa Barat ini  mengatakan, caleg terpilih dalam pemilu 2014 akan dilantik. Sementara bupati dan wakil bupati yang sudah lebih dulu dipilih, belum dilantik.

"Anggota Dewan yang dipilih belakangan mau dilantik, terus gimana dengan bupati dan wakil bupati yang sudah dipilih lebih dulu? Mau kemanakan SBD? Kalau MDT-DT tidak dilantik, terus siapa yang mau dilantik? Apa memang gubernur mau merangkap bupati SBD, yang benar saja?" tandasnya.

Dia menegaskan, yang menolak pelantikan MDT-DT hanya segelintir orang yang punya kepentingan tertentu, sehingga tidak bisa mengatasnamakan masyarakat SBD. "Siapa yang menolak? Jangan mengatasnamakan masyarakat SBD. Itu hanya kepentingan orang-orang tertentu saja," ujar Jusuf Mallo.

Jusuf Mallo yang gagal menjadi anggota Dewan dalam pemilu 2014 ini mengatakan, pelantikan MDT-DT tergantung Gubernur NTT.

"Kalau gubernur mengatakan akan terjadi setelah tanggal 22 Juli, kami di DPRD menunggu saja," ujarnya.

Sebelumnya, Senin (14/7), elemen masyarakat yang menamakan diri Laskar Pasola Pro Demokrasi dan Keadilan melakukan aksi di DPRD SBD. Mereka menuntut DPRD SBD menolak pelantikan MDT-DT sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBD.

Warga yang melakukan aksi berjumlah sekitar 25 orang. Mereka adalah perwakilan dari 11 kecamatan di SBD. Jumlah pendemo lebih sedikit dari jumlah aparat keamanan.

Koordinator Laskar Pasola Pro Demokrasi dan Keadilan, Lukas Loge Kaka, menegaskan, warga menolak pelantikan MDT-DT sebagai bupati dan wakil bupati SBD karena hasil kecurangan pilkada. Dia menegaskan rakyat akan terus berjuang menegakkan kebenaran di bumi SBD.  (aca)

Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD