Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Kamis, 03 Juli 2014

Gara-gara Status Facebook Oknum PNS SBD Dipolisikan

Tambolaka - Antonius Kete, pegawai negeri sipil yang bertugas di Kantor Pengolahan Data Elektronik (PDE) Kabupaten Sumba Barat Daya harus berurusan dengan aparat hukum. Kete diduga mencemarkan nama Yusuf Bora melalui akunnya di media sosial facebook.
 
Kasus ini dilaporkan Yusuf Bora ke Polres Sumba Barat melalui Polsektif Loura, pada Februari 2014 lalu. Saat ini, berkas perkaranya telah P21 (lengkap) dan dilimpahkan Polres Sumba Barat ke Kejaksaan Negeri Waikabubak. Bersamaan dengan itu, Kete sebagai tersangka juga diserahkan.

"Berkas bersama tersangka sudah lengkap sehingga kita limpahkan ke kejaksaan pada Jumat (27/6) kemarin," jelas Kasat Serse Polres Sumba Barat, Iptu Syaiful Badawie saat ditemui Rabu (3/7/2014).

Yusuf Bora mengatakan, upaya hukum yang dilakukannya bertujuan agar memberi efek jera buat Kete. Sikapnya keterlaluan karena sering menggunakan media sosial facebook menyerang orang.

"Kami berdua teman. Ada hubungan darah (keluarga). Tapi sikapnya keterlaluan. Dia memfitnah saya lewat facebook, dengan menggunakan bahasa daerah. Dia bilang apa yang saya miliki merupakan hasil penipuan, padahal saya punya usaha. Terus dia umpat saya bilang sekolah S2 tapi otak seperti kerbau. Saya merasa nama saya tercemar dengan apa yang dilakukan Kete," tandas Yusuf Bora saat ditemui Selasa (2/7/2014).

PNS pada kantor Camat Wewewa Barat ini mengungkapkan, beberapa waktu lalu Kete menyampaikan permohonan maaf. "Saya memaafkan tapi kasus tetap jalan terus. Saya rasa harga diri saya diinjak-injak," katanya.

Menurutnya, status yang ditulis Kete di akun facebooknya sudah dihapus. Namun, sebelum dihapus, kami sudah print untuk dijadikan barang bukti dan diserahkan ke polisi.

"Saya mau beri pelajaran kepada dia. Biar ada efek jera bagi dia. Karena sikapnya selama ini sudah keterlaluan," ujar Jusuf Bora.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang, pada Jumat (27/6), Kete dibawa penyidik untuk diserahkan kepada kejaksaan. Kete didampingi juga oleh istrinya. Saat itu jaksa hendak menahan Kete namun atas jaminan istrinya (pernyataan tertulis), Kete diperkenankan pulang dengan status wajib lapor.

Untuk diketahui, kasus pencemaran nama lewat facebook ini adalah yang kedua. Kasus pertama, Kepala SMK Pancasila, Alex Rangga Pija, SH, M.Pd melaporkan seorang wali murid yang diduga mencemarkan nama SMK Pancasila. Saat ini, kasus dimaksud sedang ditangani Polsektif Loura. (aca)

Sumber: Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD