Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Selasa, 15 Juli 2014

25 Warga Berdemo Tolak Pelantikan MDT-DT

Laskar Pasola Pro Demokrasi dan Keadilan, berdemonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten SBD, Senin (14/7/2014)
Tambolaka -  Elemen warga yang menamakan diri Laskar Pasola Pro Demokrasi dan Keadilan berdemonstrasi di gedung DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Senin (14/7/2014) pagi.

Mereka menuntut DPRD SBD menolak pelantikan
Markus Dairo Talu-Dara Tanggu Kaha (MDT-DT) sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBD.  Warga yang melakukan aksi berjumlah sekitar 25 orang. Mereka adalah perwakilan dari 11 kecamatan di SBD. Jumlah pendemo lebih sedikit dari jumlah aparat keamanan.

Aksi itu dijaga anggota Brimob bersenjata lengkap, polisi dari Polres Sumba Barat yang membawa serta mobil anti huru-hara (water canon) serta anggota Polisi Pamong Praja (Pol PP).

Tiba di halaman DPRD, pendemo membentangkan tiga spanduk dari kain putih, di antaranya bertuliskan, "DPRD SBD Harus Berani Menolak Pelantikan Bupati Hasil Kecurangan; DPRD SBD Bertanggung Jawab Atas Kisruh Pilkada SBD."

Laskar Pasola diterima anggota DPRD SBD, yaitu Haji Sulaiman Tari Wungo, Martinus Manu Mara, Bernadus Lamunde dan Sekretaris DPRD SBD, Paulus Ndara Galu, SE.

Koordinator Laskar Pasola Pro Demokrasi dan Keadilan, Lukas Loge Kaka, menegaskan, warga menolak pelantikan MDT-DT sebagai Bupati-Wakil Bupati SBD karena hasil kecurangan pilkada. Dia menyatakan, rakyat akan terus berjuang menegakkan kebenaran di bumi SBD.

"Dewan harus merespons tuntutan rakyat menolak pelantikan bupati dan wakil bupati hasil kecurangan. DPRD harus sampaikan yang benar kepada pemerintah propinsi dan Mendagri bahwa yang harus dilantik adalah Konco Ole Ate (dr. Kornelius Kodi Mete-Drs. Daud Lende Umbu Moto) karena mereka yang mendapat suara terbanyak sebagaimana pilihan rakyat," tandas Loge Kaka.

Kalau tidak ada tanggapan serius Dewan, tegas Loge Kaka, dua tiga hari lagi mereka  akan menduduki DPRD SBD. "Kalau hari ini kami yang datang hanya perwakilan. Nanti sebanyak 80 ribu warga pemilih Konco Ole Ate akan duduki DPRD," katanya.

Dia juga mengungkapkan penyesalan karena setiap kali warga mendatangi DPRD, anggota dewan tidak lengkap. "Kami merasa dilecehkan," ujar Loge Kaka.

Haji Sulaiman Tari Wungo mengatakan, aspirasi yang disampaikan Laskar Pasola diterima dan akan disampaikan kepada pimpinan DPRD. "Aspirasi warga hari ini kami terima. Kami akan sampaikan kepada pimpinan DPRD yang hari ini tidak hadir. Kami akan rapat menindaklanjuti aspirasi masyarakat untuk selanjutnya disampaikan kepada gubernur dan Mendagri," kata Sulaiman.

"Merdeka....Merdeka...Perjuangan kami demi menegakan kebenaran. Apapun yang terjadi kami tetap perjuangkan," pekik Loge Kaka.

Aksi Laskar Pasola diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap Laskar Pasola Pro Demokrasi dan Keadilan dari Lukas Loge Kaka kepada Sulaiman Tari Wungo. Setelah menyerahkan pernyataan sikap, Laskar Pasola membubarkan diri pukul 11.30 Wita. (aca)


Sumber: kupang.tribunnews
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD