Blogger Themes

Please Click This Button Below To Read This Website In To Your Own Language

Senin, 28 Juli 2014

17 Anggota DPRD SBD Temui Gubernur NTT Tolak Pelantikan MDT-DT

Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, Yosep Malo Lende
Kupang - Tujuh belas dari 29 orang anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menemui Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, di rumah jabatan gubernur, Sabtu (26/7/2014) malam. 

Tujuh belas anggota DPRD SBD itu bertemu gubernur untuk
menyampaikan surat keputusan hasil rapat  dengar  pendapat DPRD SBD yang berisi penolakan  mengagendakan pelantikan Markus Dairo Talu, S.H  dan Drs. Dara Tanggu Kaha (MDT-DT) sebagai Bupati-Wakil Bupati SBD periode 2014-2014.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD SBD,  Yoseph Malo Lende, seusai pertemuan dengan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, di rumah jabatan gubernur, Sabtu (26/7/2014) malam.  Malo Lende menjelaskan, DPRD SBD dalam rapat dengar pendapat pada Kamis (24/7/2014), yang dihadiri perwakilan Laskar Pasola Pro Kebenaran dan Keadilan menolak mengagendakan pelantikan MDT-DT sebagai Bupati-Wakil Bupati SBD terpilih.

"Kami sudah menerima surat gubernur yang meminta kami untuk mengagendakan pelantikan MDT-DT. Kami sudah menindaklanjuti surat itu dengan mengadakan rapat dengar pendapat  DPRD SBD. Dan, berdasarkan hasil sidang tersebut kami menolak mengagendakan pelantikan MDT-DT," kata Malo Lende.

Ia menjelaskan, rapat dengar pendapat DPRD SBD pada Kamis lalu, dihadiri Laskar Pasola Pro Kebenaran dan Keadilan, yang juga menolak pelantikan MDT-DT. Malo Lende yang didampingi salah seorang anggota Dewan, David Ramone, menjelaskan,  setelah mendengar dan menerima surat keputusan rapat dengar pendapat, serta pernyataan sikap Laskar Pasola Pro Kebenaran dan Keadilan,  Gubenur NTT mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri di Jakarta terkait keputusan rapat Dewan dan pernyataan sikap Laskar Pasola Pro Kebenaran dan Keadilan,  yang menolak pelantikan MDT-DT sebagai bupati dan wakili bupati SBD.

"Pak Gubernur mengatakan dalam waktu dekat akan berangkat ke Jakarta untuk koordinasi terkait hasil rapat DPRD SBD tersebut.  KPU sudah mencabut keputusan pada tanggal 10 Agustus 2013 yang memenangkan MDT-DT, dengan mengeluarkan keputusan revisi KPU pada tanggal 28 September 2013, yang  menyatakan bersalah dan memutuskan untuk memenangkan Konco Ole Ate," kata Malo Lende.

Dengan demikian, tegas Malo Lende,  keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dikatakan final dan mengikat, dinyatakan sudah mubazir. "Sebab,  hasil hitung ulang di Polres Sumba Barat, yang memenangkan pilkada adalah Konco Ole Ate," ujar Malo Lende.

Sebelumnya, DPRD SBD menolak pelantikan Markus Dairo Talu, S.H  dan Drs. Dara Tanggu Kaha (MDT-DT) sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBD periode 2014-2014. Sebab, secara lembaga DPRD SBD tidak pernah mengusulkan pasangan MDT-DT untuk disahkan pengangkatannya oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Demikian salah satu keputusan rapat dengar pendapat DPRD  SBD, Kamis (24/7/2014) siang.  Rapat dipimpin Ketua DPRD SBD, Yosep Malo Lende, dihadiri 11 anggota Dewan dari 29 orang anggota Dewan. Rapat dihadiri Sekretaris DPRD SBD, Paulus Ndara Galu , S.E, dan 10 orang perwakilan Laskar Pasola Pro Kebenaran dan Keadilan.(dd)


Sumber:  Pos Kupang
Comments
0 Comments

0 komentar:

Berita Yang Paling Banyak Dibaca

PESONA WISATA SUMBA

Visit Sumba Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Slideshow: Go’s trip to Sumba was created with TripAdvisor TripWow!

Facebook MoripaNews Online

Tempat Wisata SBD